Kota Malang — Lembaga pendidikan SMAS Katolik Cor Jesu Malang kini telah menapaki usia ke-75 tahun. Memaknai perjalanan sejarah yang panjang tersebut, pihak sekolah mengibaratkan momentum usia berlian ini seperti sebuah mercusuar yang kokoh berdiri, tidak hanya mampu menerangi diri sendiri namun juga senantiasa membagikan pendaran sinarnya untuk menerangkan lingkungan sekitar.
Refleksi mendalam mengenai nilai filosofis tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAS Cor Jesu Malang, Sr. Elisabeth Sri Utami, OSU., M.Pd. Dirinya menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya bukan sekadar bangunan fisik tempat mentransfer ilmu pengetahuan secara formal.

Kepala Sekolah SMAS Cor Jesu Malang, Sr. Elisabeth Sri Utami, OSU., M.Pd., saatemberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Redaksi)
Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi rumah yang telah membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan melahirkan banyak pribadi yang memberi arti bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Hari ini kita merayakan lebih dari sekadar usia, tetapi kita juga merayakan kebersamaan,” tutur Sr. Elisabeth Sri Utami penuh khidmat.
Komitmen untuk terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi sesama tersebut diwujudkan secara nyata melalui gelaran agenda praberbagai acara bertajuk Family Day yang dipusatkan di area sekolah sejak pagi hari tadi, Sabtu (11/7/2026). Agenda yang menyedot perhatian lebih dari 600 peserta ini dirancang sebagai wadah integrasi sosial guna merekatkan tali persaudaraan kolektif.
Ketua II Panitia Hari Jadi 75 tahun SMAS Katolik Cor Jesu Malang, Deddy Surya Putra, menjelaskan bahwa suksesnya perhelatan Family Day ini tidak lepas dari keterlibatan aktif seluruh siswa didik serta dukungan penuh dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Sekolah Cor Jesu Malang. Melalui tema besar “Shine On, Stronger Together”, acara ini didorong untuk memantik semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan interaktif.
Kemeriahan acara tersebut diawali dengan aksi jalan sehat massal di mana para peserta tampil jenaka mengenakan aneka kostum unik, salah satunya mengusung tema perhelatan Piala Dunia. Tidak hanya bersenang-senang, panitia juga menyediakan fasilitas kemanusiaan berupa aksi donor darah untuk membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Bersamaan dengan itu, dibuka pula layanan skrining medis dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses secara cuma-cuma oleh seluruh pengunjung, orang tua, serta warga di sekitar lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian bernilai sosial ini ditutup dengan kehadiran puluhan stan kuliner serta produk kreatif lokal buatan UMKM dalam kemasan bazar, yang bergerak selaras dengan panggung kreativitas siswa serta undian berhadiah doorprize.
“Hari ini kita juga ada kegiatan donor darah, pemeriksaan gratis, ada pemberian hadiah, permainan, hiburan dan lain sebagainya. Harapannya dapat merekatkan hubungan seluruh aspek mulai dari guru, karyawan, siswa, hingga keluarga besar di SMAS Katolik Cor Jesu Malang agar kita dapat menjadi berkat untuk banyak orang,” ujar Deddy Surya Putra merinci esensi kegiatan.

Kemeriahan atmosfer Family Day yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini juga memanen respons positif dari alumni lintas angkatan serta perwakilan orang tua murid. Kehadiran elemen eksternal tersebut dinilai Sr. Elisabeth Sri Utami sebagai bukti nyata bahwa Cor Jesu adalah sebuah keluarga besar yang dipersatukan oleh nilai-nilai kasih yang autentik.
Sebagai informasi, kegiatan Family Day yang digelar hari ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi sekolah, dimana pihak manajemen sekolah telah menyiapkan agenda sakral dalam bentuk pelaksanaan ibadah Misa Syukur bersama pada tanggal 15 Juli 2026 sebagai wujud ungkapan rasa terima kasih dan berserah diri kepada Tuhan atas seluruh penyertaan-Nya sepanjang 75 tahun berdirinya sekolah SMAS Katolik Cor Jesu Malang. Setelah itu, rangkaian momen bersejarah ini akan disempurnakan dengan pergelaran pentas seni dan pertunjukan budaya bertajuk Art Performance yang dibawakan langsung oleh kreativitas siswa-siswi kelas XI dan XII pada tanggal 17 Juli 2026 mendatang.
Melalui kematangan usia lembaga yang hampir menyentuh satu abad ini, Sr. Elisabeth berharap semangat kebersamaan ini akan terus terjaga dan terwariskan dengan baik hingga generasi-generasi mendatang. “Harapannya tentunya setelah 75 tahun ini dapat terus berlanjut menjadi 100 tahun, 150 tahun, 200 tahun yang akan datang,” pungkasnya. (Red)