👁 348 views since Juli 11, 2026

Provinsi Jatim Kembali Dipercaya Menjadi Lokasi program ADEM Papua, Gubernur Khofifah Sambut Langsung 152 Siswa Papua Hari Ini

Kota Malang — Sebanyak 152 siswa peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua Tahun 2026 resmi diserahkan kepada sekolah-sekolah penerima di Jawa Timur siang hari tadi, Sabtu (11/7/2026). Prosesi pembekalan dan serah terima yang berlangsung di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang siang tadi menjadi penanda dimulainya perjalanan pendidikan para siswa Papua di berbagai daerah di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., yang hadir langsung di kota Malang menegaskan bahwa para siswa ADEM Papua telah menjadi bagian dari keluarga besar Jawa Timur sejak menempuh pendidikan di sejumlah daerah.

“Selama kalian belajar di Jawa Timur, saya adalah Ibu kalian,” ungkap Khofifah di hadapan para peserta ADEM Papua.

Kegiatan serah terima siswa ADEM Papua 2026 di kota Malang kali ini terasa lebih istimewa karena juga dihadiri oleh Ketua Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.A., bersama para kepala sekolah, guru, dan pendamping Program ADEM dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur saat menyampaikan sambutannya menyambut para siswa Papua yang mengikuti program ADEM tahun 2026 ini (Foto : Redaksi)

Gubernur Jawa Timur saat menyampaikan sambutannya menyambut para siswa Papua yang mengikuti program ADEM tahun 2026 ini (Foto : Redaksi)

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, khususnya Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) yang kembali mempercayakan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyelenggara Program ADEM Papua.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia khususnya Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) yang telah memberikan kepercayaan kepada Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyelenggara Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua. Kepercayaan ini merupakan amanah untuk bersama-sama memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Tahun ini, Jawa Timur menerima 152 peserta ADEM yang berasal dari 11 daerah di Papua yang akan menempuh pendidikan di 33 SMA dan SMK yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, Program ADEM tidak hanya membuka akses pendidikan bagi putra putri Papua, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antaranak bangsa melalui kehidupan lintas budaya.

“Program ADEM tidak hanya bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Papua. Lebih dari itu, program ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antaranak bangsa melalui perjumpaan lintas budaya, adat istiadat, bahasa, dan kebiasaan yang berbeda. Di sinilah anak-anak belajar hidup bersama dalam keberagaman, belajar menghargai perbedaan budaya, bahasa, adat istiadat, dan keyakinan, sekaligus menumbuhkan semangat toleransi, gotong royong, serta cinta kepada Tanah Air,” katanya.

Sementara itu, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., M.A., menilai melalui program ADEM tersebut membuat pengalaman anak-anak Papua tidak lagi hanya sekadar belajar di ruang kelas saja, tetapi juga melalui interaksi dengan masyarakat.

“Anak-anak juga dapat belajar dari lingkungan masyarakat dengan orang tua, dengan tetangga, dengan masyarakat, dengan organisasi mungkin di gereja atau di masjid, di pondok pesantren, semua harus saling belajar. Hari ini merupakan hari yang bersejarah untuk kita semua karena kita semua menjadi saksi sejarah dan perjalanan kehidupan anak-anak Papua untuk belajar di sekolah di Jawa Timur yang indah dan penuh kehangatan,” ungkapnya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., menjelaskan seluruh peserta telah mengikuti pembekalan sejak tiba di Jawa Timur pada tanggal 4 Juli 2026 lalu.

“Yang pertama sebelum anak-anak kita dari Papua ini masuk ke lingkungan sekolah bersama dengan para murid-murid Jawa Timur, tentu diberikan pembekalan, pengetahuan, dan tentunya pembekalan disiplin dengan harapan anak-anak dapat menyesuaikan dengan kehidupan Jawa Timur,” jelas Aries.

Sebanyak 152 peserta Program ADEM Papua 2026 berasal dari Papua Barat sebanyak 15 siswa, Papua Tengah 30 siswa, Papua Selatan 35 siswa, Papua Pegunungan 40 siswa, dan Papua Jayapura 32 siswa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top