Jurnalismalang – Tim dosen Universitas Negeri Malang menggelar pelatihan produksi kopi kemasan siap minum bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Benjor, Kabupaten Malang, Rabu (18/09/25).
Sebanyak 45 pelaku UMKM penghasil biji kopi hadir sebagai peserta dalam kegiatan program pengabdian masyarakat yang digagas oleh Dosen Sarjana Terapan, Fakultas Vokasi UM, dengan melibatkan tiga dosen: Chintya Paramita Puspita, M.Pd., Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., dan Rizki Yulianingrum P, M.Pd.
Kegiatan pelatihan ini, dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan keterampilan mengolah dan mengemas kopi lokal menjadi produk siap minum bernilai ekonomi tinggi. Peserta mempraktikkan pembuatan berbagai jenis kopi seperti espresso, americano, kopi gula aren, hingga caramel coffee, disertai pelatihan pengemasan, labeling, dan strategi pemasaran digital.
Menariknya, peserta juga mendapatkan e-modul interaktif berjudul “Meracik Kopi: Dari Dapur ke Pasar”, yang berisi panduan langkah demi langkah dalam pembuatan, pengemasan, hingga pemasaran kopi kemasan. Modul ini dapat diakses secara digital agar peserta tetap bisa belajar dan berinovasi secara mandiri setelah kegiatan selesai.
“Melalui e-modul ini, kami ingin masyarakat bisa terus belajar, berkreasi, dan mengembangkan produk kopi mereka secara berkelanjutan. Dari dapur rumah tangga, bisa menuju pasar yang lebih luas,” ujar Chintya Paramita Puspita, ketua tim pengabdian.
Desa Benjor dikenal sebagai wilayah dengan potensi bahan baku kopi lokal, namun sebagian besar masyarakat belum mengoptimalkan nilai tambahnya.
Melalui kegiatan ini, dosen UM berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar penjual bahan mentah menjadi produsen minuman siap saji yang memiliki identitas lokal.
“Setelah pelatihan ini, kami berharap muncul produk-produk khas Benjor yang bisa masuk ke pasar oleh-oleh Malang atau bahkan dipasarkan secara daring,” tambah Dr. Soenar Soekopitojo.
Sementara itu, Rizki Yulianingrum P. menambahkan, bahwa semangat peserta luar biasa. “Mereka cepat tanggap dan kreatif. Beberapa bahkan sudah punya ide menggabungkan kopi dengan bahan lokal seperti gula aren dan rempah tradisional,” ujarnya.
Selaras dengan SDGs, program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Universitas Negeri Malang terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, UM tidak hanya memperkenalkan inovasi kuliner, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi desa dan kesadaran akan potensi produk lokal. Desa Benjor kini mulai menatap masa depan sebagai sentra kopi kemasan siap minum dengan cita rasa khas Malang. (DnD)