👁 352 views since April 17, 2026

Baloga Jadi Jembatan Riset Kampus ke Masyarakat, UB Bidik Mahasiswa sebagai Pasar Awal BOUMI

Jurnalismalang – Batu Love Garden (Baloga) mengambil peran strategis dalam memperkenalkan produk hasil riset kampus kepada masyarakat melalui peluncuran BOUMI, produk perawatan anak dari Universitas Brawijaya (UB).

Direktur Baloga, Isa Mei Wahyuni, menyebut kehadiran BOUMI menjadi bagian dari upaya menghadirkan nilai lebih dalam konsep wisata berbasis edukasi atau edutainment.

“Selama ini riset sering berhenti di kampus dan tidak sampai ke masyarakat. Kami ingin Baloga menjadi jembatan agar inovasi ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, produk BOUMI yang mulai dipasarkan sejak akhir 2025 masih perlu didorong lebih luas, termasuk melalui dukungan media.

“Penjualannya masih perlu di-push. Kami berharap media juga membantu memperluas informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurut Isa, konsep edutainment yang diusung Jatim Park Group memungkinkan pengunjung tidak hanya berwisata, tetapi juga mendapatkan edukasi, termasuk terkait kesehatan dan produk yang aman untuk anak.

“Pengunjung tidak hanya datang untuk rekreasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan edukasi. Ini yang ingin kami hadirkan, termasuk melalui produk BOUMI,” jelasnya.


(Isa Mei Wahyuni, Direktur Baloga yang merupakan bagian dari Jatim Park Group saat ditemui jurnalismalang.com)

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama UB, Prof. Unti Ludigdo, menilai strategi pemasaran produk berbasis riset perlu dimulai dari ekosistem internal kampus sebelum diperluas ke pasar yang lebih luas.

Ia menyebut potensi pasar internal UB sangat besar, mulai dari mahasiswa hingga keluarga mereka, yang bisa menjadi pintu awal pengenalan produk.
“Kalau kita kuat di internal, itu bisa menjadi fondasi sebelum masuk ke pasar yang lebih luas. Mahasiswa dan keluarganya memiliki potensi besar untuk menjadi pengguna awal sekaligus agen yang memperkenalkan produk ke masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, UB juga mendorong mahasiswa dan alumni menjadi bagian dari ekosistem distribusi, sehingga produk inovasi kampus dapat menjangkau berbagai daerah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan hasil riset kampus tidak lagi berhenti sebagai inovasi ilmiah, tetapi benar-benar hadir dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya keluarga sebagai segmen utama.(DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top