Kerahkan 899 Petugas Sampai Metal Detector, UB Malang Siap Laksanakan UTBK-SNBT 2024

Jurnalismalang.com – Dalam acara Bincang Santai (Bonsai) yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang, pada Kamis (04/04/24), pihak Universitas menyampaikan kesiapannya melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) 2024 yang akan segera dilaksanakan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Malang, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso mengatakan, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh UB Malang, mulai dari menyiapkan 62 ruang ujian, komputer yang sesuai spesifikasi, terdiri dari 1.580 komputer utama dan 226 komputer cadangan, personalia dan termasuk sistem yang tidak memungkinkan terjadinya kecurangan.

“Jadi sama prinsipnya, keketatannya, tampilannya tetap bagus, perform dari sisi komputer, IT bahkan listrik sudah kita siapkan,” katanya.

Tak hanya itu, sebanyak 899 petugas dari berbagai bidang juga disiapkan, seperti pengawas, petugas teknisi, admin server, admin TI, penanggung jawab lokasi, penanggung jawab TI lokasi, teknisi listrik, petugas keamanan, hingga petugas pembantu pelaksana ruang, yang akan bertugas secara bergantian selama 7 hari.

“Jadi mereka akan bertugas secara bergantian selama tujuh hari, agar pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan aman dan lancar,” sambungnya.


(Prof Imam Santoso saat memberikan keterangan kesiapan UB dalam melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru didepan awak media)

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik, sekaligus Koordinator Pelaksana UTBK-SNBT UB 2024, Heri Prawoto Widodo, S.Sos., M.A.B., menjelaskan, proses penerimaan mahasiswa melalui jalur SNBT tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dimana siswa yang telah dinyatakan lulus atau diterima melalui seleksi jalur prestasi (SNBP) 2024, SNBP 2023, dan SNMPTN 2022, otomatis tidak dapat mengikuti UTBK-SNBT 2024.

“Tapi kalau dia di UTBK, boleh daftar di mandiri sepanjang belum daftar ulang, meski sudah diterima. Karena kalau dia sudah mendaftar ulang, itu akan mempengaruhi kuotanya UB, kuota PTN lain. Tapi kalau SNBP itu kan mereka diterima karena prestasinya, tapi kok tiba-tiba gak diambil jatahnya, ini kan mengganggu hak teman lainnya,” jelasnya.

Sedangkan untuk mengantisipasi joki, Heri menyampaikan bahwa selain mengerahkan petugas yang sangat memadai, nantinya setiap siswa yang akan masuk ke ruangan, akan diperiksa menggunakan Metal Detector, sehingga dipastikan kecil kemungkinan ada joki saat tes mendatang.

“Namanya upaya ya terus kita lalukan, dan kita terus koordinasi antar Perguruan Tinggi, sehingga instrumen kejadian tahun lalu, kita sempurnakan di tahun selajutnya,” tandasnya.(DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top