Jurnalismalang – Sebagai perwujudan misi mengimplementasikan pengetahuan dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, Universitas Brawijaya (UB) Malang menjalin kerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memberikan bantuan beasiswa bagi calon dokter dari Palestina untuk melanjutkan pendidikan mereka.
“Kita sebagai perguruan tinggi ingin melanjutkan dan menindaklanjuti kerja sama kita dengan berbagai mitra kita, dan khususnya adalah dari BSMI dalam hal kemanusiaan. Kita sebagai perguruan tinggi juga memiliki fasilitas dalam hal pendidikan kedokteran dan kedokteran spesialis,” jelas Rektor UB Prof. Widodo di sela-sela acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Antara UB dan BSMI tentang Beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis di Palestina pada Senin (27/10).
Beasiswa yang dimaksud diperuntukkan bagi lima dokter asal Palestina, khususnya dari Gaza, untuk menempuh pendidikan spesialis di Universitas Brawijaya (UB). Bidang spesialisasi yang dibuka meliputi bedah plastik, bedah tulang, anestesi, obstetri dan ginekologi, serta dermatologi.

“Untuk sementara ini baru satu yang kita bawa, yang lainnya akan menyusul,” jelas Ketua BSMI M.Jazuli Ambari di acara yang sama.
Teknis pembiayaan calon dokter yang diprioritaskan berasal dari Gaza akan dilakukan dengan cara subsidi silang. Di mana biaya pendidikan akan ditanggung oleh UB, sedangkan biaya hidup akan ditanggung oleh BSMI dengan dana yang telah digalang dari masyarakat. Beasiswa tersebut akan berlaku selama 4 tahun dan diharapkan pendidikan calon dokter Palestina selesai dalam jangka waktu tersebut.
“Sudah ada dokter Palestina lulusan Malang, yaitu dokter saraf. Sedangkan dokter yang saat ini kami bawa adalah dokter kehamilan. Karena kampus mereka di sana hancur maka calon-calon dokter di sana ada juga yang bersekolah di Kairo. Nantinya sistem yang akan digunakan mungkin dengan transfer SKS,” pungkas M. Jazuli. (DnD)