👁 424 views since April 28, 2026

Bawaslu Kota Malang Perkuat Pengawasan Data Pemilih, Buka Posko Aduan Hak Pilih

Jurnalismalang – Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Malang memperkuat pengawasan terhadap data pemilih sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi menjelang tahapan pemilu berikutnya.

Ketua Bawaslu Kota Malang, Mochamad Arifudin, menegaskan bahwa pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) menjadi prioritas utama, sekaligus sebagai bentuk perlindungan hak pilih masyarakat.

“Penguatan ini penting agar tidak ada warga yang kehilangan hak konstitusionalnya. Kami juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memahami tidak hanya aturan, tetapi juga alur dan peran dalam pengawasan pemilu,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengawasan, Bawaslu Kota Malang mencatat jumlah data pemilih mencapai 677.336 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 4.549 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), serta 7.956 pemilih baru yang belum terdaftar.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu secara aktif memberikan saran perbaikan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Pengawasan ini dilakukan secara berkelanjutan setiap bulan, triwulan, hingga semester.

Selain itu, Bawaslu juga melaksanakan uji petik pengawasan PDPB di lima kecamatan se-Kota Malang melalui kunjungan langsung ke masyarakat, berkoordinasi dengan perangkat kelurahan hingga tingkat RT/RW.


(Ketua Bawaslu Kota Malang, Mochamad Arifudin saat ditemui di acara)

Untuk memperkuat perlindungan hak pilih, Bawaslu Kota Malang juga membuka Posko Aduan Hak Pilih. Posko ini menjadi wadah bagi masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih namun belum terdaftar dalam data pemilih.

“Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait,” tambah Arifudin.

Di sisi lain, Bawaslu Kota Malang juga memperluas pengawasan partisipatif melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, serta sejumlah perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam bentuk edukasi kepemiluan, literasi demokrasi, hingga riset bersama guna memperkuat ekosistem pengawasan yang inklusif.

Tak hanya itu, Bawaslu juga menjalankan program konsolidasi demokrasi melalui kegiatan “Bawaslu Go To School”, “Bawaslu Go To Campus”, dan “Bawaslu Go To Anywhere” untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga integritas pemilu. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top