👁 298 views since Juli 30, 2026

Tembus Pasar Malaysia 50 Karton, Sambal Mama Ni Asal Malang Catat Ekspor Skala Besar

Kota Malang – ​Usaha kuliner lokal asal Kota Malang, Sambal Mama Ni, mengukir pencapaian baru dalam perjalanan bisnisnya. Produsen olahan pedas ini resmi melepas pengiriman sebanyak 50 karton produk ke Malaysia. Pengiriman ini menjadi catatan ekspor perdana dalam volume besar, setelah sebelumnya pemasaran ke luar negeri hanya mengandalkan pengiriman paket terbatas.

​Direktur sekaligus Founder Sambal Mama Ni, Henny Wardhani, menceritakan bahwa kesepakatan bisnis ini bermula dari pertemuan dengan pembeli saat mengikuti agenda misi dagang di Kuala Lumpur. Komunikasi intensif terus berlanjut hingga pameran East Food di Surabaya, sampai akhirnya membuahkan kontrak penjualan.

​”Selama ini kami sudah sering kirim ke Malaysia, tetapi masih dalam paket-paket kecil. Kali ini pengiriman dilakukan dalam jumlah besar, sebanyak 50 karton,” ujar Henny.

​Usaha yang dirintis sejak 2 September 2013 ini sebenarnya telah mengembangkan 25 varian rasa. Namun untuk pasar Malaysia, perusahaan memberangkatkan 10 varian unggulan. Beberapa pilihan utama yang dikirim meliputi Bawang Merah Super Pedas, Teri Medan, Petai, Sambal Bawang, Sambal Cumi, Tuna Asap, Tuna Petai, hingga Ayam Asap dalam kemasan botol dan saset.

​Henny menjelaskan, kekuatan utama produknya terletak pada racikan bumbu yang berbeda pada setiap varian. Langkah ini sengaja diambil untuk menghadirkan cita rasa yang autentik, berbeda dari racikan umum yang biasa menggunakan satu bahan dasar sambal untuk seluruh jenis variasi.

​Selain memperluas jangkauan lewat kanal digital seperti Shopee dan TikTok, produk lokal ini telah tersebar di lebih dari 50 toko ritel serta pusat oleh-oleh di Malang, Batu, Surabaya, Bali, Yogyakarta, hingga jaringan Hero Market di Jabodetabek. Penetrasi pasar juga merambah segmen business to business dengan memasok kebutuhan restoran, kafe, hingga layanan maklun.

​Inovasi terus dilakukan dengan menghadirkan lini bumbu instan seperti rendang, rawon, soto, gulai, nasi goreng, dan bacem. Seluruh proses pengolahan menggunakan teknologi retort pada tahap pengemasan, sehingga mutu serta daya simpan produk dapat bertahan hingga satu tahun tanpa mengurangi kualitas.

​Konsistensi menjaga mutu membawa produk ini meraih berbagai penghargaan nasional. Salah satunya Juara Nasional UKM Pangan Award dari Kementerian Perdagangan melalui varian Sambal Oseng Tuna Asap. Prestasi lain yang berhasil dikantongi yaitu Juara Harapan I UKM Berprestasi Jawa Timur serta Juara III UKM Award Kota Malang.

​Keberhasilan menembus pasar mancanegara ini mendapat apresiasi dari Bea Cukai. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai, Pitoyo Pribadi, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari pendampingan berkelanjutan melalui program Klinik Ekspor.

​Program pendampingan ini membina pelaku usaha dari tahap awal, mencakup pengurusan sertifikasi halal, perizinan BPOM, perbaikan kemasan, penyusunan profil perusahaan, tata kelola keuangan, hingga simulasi pemasaran dan prosedur pengiriman ke luar negeri.

​”Pembinaan kami dilakukan sejak awal agar UMKM siap masuk pasar ekspor. Selain aspek administrasi dan produk, pelaku usaha juga kami latih mempresentasikan produknya kepada calon buyer, termasuk dalam bahasa Inggris,” kata Pitoyo.

​Pitoyo menambahkan, kunci utama kesuksesan Sambal Mama Ni terletak pada ketekunan serta komitmen pemilik usaha dalam mengembangkannya. Sikap pantang menyerah tersebut menjadi pendorong utama hingga produk lokal ini mampu menaikkan volume penjualan di tingkat internasional. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top