Berjuang Hindari Makanan Pedas dan Berminyak, Tim Cor Jesu Youth Choir Sabet 4 Emas di BICF dan Most Engaging Performance

Jurnalismalang – Masa SMA adalah masa pembentukan karakter, di masa inilah SMAK Cor Jesu yang dinahkodai oleh Agatha Ariantini selama hampir lima tahun lebih ini, menjadikan sekolah berlogo Serviam itu bertaburan prestasi, terbaru Tim Youth Choir berhasil mendapat 4 emas saat mengikuti Bali International Choir Festival, yang digelar sejak tanggal 23 hingga 27 Juli 2019.

Agatha Ariantini, S.Psi., M.Pd., Kepala SMAK Cor Jesu Malang mengungkapkan, dari pihak sekolah hanya menawarkan kepada semua siswa saat ada BICF, jika bersedia ikut maka sekolah akan memfasilitasi festival atau perlombaan, tentunya dengan segala resiko seperti mendapatkan perlakuan yang sama dengan siswa lain, latihan fisik, bahkan tidak mendapat libur demi latihan bersama.

“Berbicara mengenai jalannya Bali International Choir Festival yang kedelapan ini, SMAK Cor Jesu berhasil mengalahkan puluhan tim dari 15 negara termasuk dari Indonesia, ada banyak sekolah yang mengirim tim Paduan Suaranya juga. Lawan paling berat dari Filipina dan Afrika, bahkan Afrika sebagai pemuncak klasemen, harus membawa 100 personilnya untuk mengalahkan 32 anak-anak SMAK Cor Jesu,” ungkap mantan Guru Budi Pekerti (BP) itu dengan penuh semangat.

Agustinus Wahyu Permadi, Conductor Tim Cor Jesu Youth Choir mengungkapkan,bahwa anak asuhnya baru mengikuti tiga kali ajang kompetisi Internasional 8th Bali International Choir, akan tetapi sekolah yang ada ditengah Kota Malang itu, berhasil membuat Dewan Juri dari berbagai negara itu terkesima dan membuat penonton merinding, saat tim Cor Jesu menyanyikan lagu Aglepta dimainkan dalam kategori teenagers, yang bercerita tentang arwah dan sihir.

“Sebelum masuk dalam laga championship, Cor Jesu Youth Choir telah lebih dulu masuk dalam babak competition dan memperoleh juara 1 kategori teenager dan juara 3 kategori pop dan jazz. Dari sinilah akhirnya mereka masuk tahap championship dan menggaet 3 penghargaan,” tambah Agustinus Wahyu Permadi saat ditemui jurnalismalang.com.

Sementara itu Fransiska Hellen Dea Nugraheni dan Natasya Louise Angelita, mewakili Tim Cor Jesu Youth Choir mengaku harus menahan dan berjuang melawan nafsu makan gorengan dan bakso pedas, yang sangat terkenal di Kota Malang.

“Aduh kami hampir setahun tidak boleh makan gorengan, makanan pedas seperti bakso atau ice cream, tiap melihat teman makan gorengan kita semua hanya bisa memandang dan menelan ludah saja, apalagi saat menginap di hotel bali, banyak sekali macam-macam sambal, kerupuk wah langsung saya ambil semua krupuk teman-teman dan mengembalikan ke bagian dapur,” pungkas Fransiska Hellen Dea Nugraheni bersautan dengan Natasya Louise Angelita saat menceritakan di ruang Perpustakan, Selasa (30/07/2019).

Untuk diketahui, Tim Cor Jesu Youth Choir berhasil meraih 4 medali emas dan 1 piala BICF 2019 dalam ajang BICF 2019 dengan menyanyikan lagu Aglepta aransemen Arne Mel dan memperoleh penghargaan khusus dari dewan juri yaitu Penghargaan Performa Paling Menarik (Most Engaging Performance). (DnD)

Share

PinIt
submit to reddit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top