👁 467 views since Agustus 23, 2026

Tingkatkan Kapasitas SDM Sektor Publik, Pascasarjana UB Sambut 512 Mahasiswa Baru Lintas Sektor

Direktur Sekolah Pascasarjana UB bersama Wakil Direktur 1 dan 2 (Foto : Redaksi)

Direktur Sekolah Pascasarjana UB bersama Wakil Direktur 1 dan 2 (Foto : Redaksi)

Kota Malang – Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) menyambut 512 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 melalui kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan di Hall Utama Gedung A Pascasarjana UB pagi hari tadi, Minggu (23/08/2026). Ratusan mahasiswa baru tersebut tersebar di empat program studi Magister dan tiga program studi Doktor dengan fokus pendidikan berorientasi multidisiplin, interdisiplin, serta transdisiplin.

Ditemui di lokasi kegiatan, Direktur Sekolah Pascasarjana UB, Prof. Dr. Moh. Khusaini, menjelaskan bahwa latar belakang para peserta sangat beragam, mulai dari personel TNI dan Polri, anggota legislatif, pejabat birokrasi, hingga jajaran pimpinan daerah.

“Mahasiswa kita berasal dari berbagai lapisan. Banyak personel TNI dan Polri yang mengambil prodi Ilmu Ketahanan Nasional, bahkan kita punya kelas kerja sama khusus dengan Badan Intelijen Negara (BIN),” ujar Prof. Khusaini.

Ia menambahkan bahwa program studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan menjadi pilihan favorit sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Batu dan Wali Kota Probolinggo. UB sengaja merancang skema kelas kolaboratif bersama kementerian, pemerintah daerah, BUMN, hingga lembaga pembiayaan guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di ranah publik.

Dalam rangka mendukung fleksibilitas pembelajaran para praktisi dan pejabat daerah, Sekolah Pascasarjana UB menerapkan metode perkuliahan yang adaptif, baik secara tatap muka penuh maupun sistem hybrid.

“Untuk mahasiswa kelas kerja sama dari Kota Probolinggo dan Pemprov NTB, sistem pembelajarannya dilaksanakan secara hybrid. Sementara untuk kelas kerja sama seperti Pemkot Malang, mahasiswa berkuliah full luring di kampus,” kata Prof. Khusaini.

Salah satu pimpinan daerah yang resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan adalah Wali Kota Batu, H. Nurochman. Pria yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan pentingnya memperkuat referensi akademis untuk mengakselerasi pembenahan tata kelola pemerintahan.

“Alhamdulillah, ini ada kesempatan untuk menambah wawasan di Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya. Saya mengambil program studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan,” ujar Nurochman di sela kegiatan.

Menurutnya, pengalaman di ranah politik perlu ditunjang dengan pemahaman teoritis dan metodologis yang kuat saat memimpin birokrasi eksekutif.

“Ternyata memang tidak mudah hari ini menjadi seorang kepala daerah dengan situasi yang berlatar belakang politik maupun hukum. Nah, di sini diperlukan satu referensi bagi kami bagaimana inovasi kebijakan itu bisa kita buat dan implementasinya bisa kita lakukan,” jelasnya.

Langkah menempuh pendidikan doktoral ini juga menjadi contoh nyata dalam mendukung program bantuan pendidikan 1.000 Sarjana S1 melalui visi Batu SAE di wilayahnya.

“Ini adalah komitmen kami untuk melahirkan generasi yang secara intelektual memiliki daya saing, baik di dunia usaha, bermasyarakat, maupun di disiplin ilmu apa pun. Belajar bagi kami adalah sebuah kewajiban,” tambahnya.

Upaya pengembangan kapasitas SDM ini turut diikuti oleh jajaran Pemkot Batu lainnya, termasuk Wakil Wali Kota Batu yang juga mengikuti perkuliahan jenjang pascasarjana.

“Hari ini sebenarnya saya bersama Mas Wakil Wali Kota. Mas Wakil juga ikut program ini di Sekolah Pascasarjana, tetapi beliau mengikutinya via Zoom. Hal-hal seperti ini tentu akan terus kami dorong agar aparatur birokrasi kita terus menambah wawasan dan keilmuannya,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top