Kota Malang — Setelah Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menjadi satu-satunya fakultas di Indonesia yang telah berstatus sebagai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), memacu berbagai fakultas di Universitas Brawijaya memperbaiki sistem pengelolaannya. Dampak dari penerapan zona integritas (ZI) pada tahun 2023 lalu kemudian membuat fakultas yang ada di UB berbenah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satuan Reformasi Birokrasi (SRB) UB, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, S.H., M.Hum., yang menyampaikan bahwa usai pencanangan zona integrasi di Universitas Brawijaya telah dilaksanakan berbagai perbaikan di berbagai fakultas yang ada di UB.
“Tiga tahun setelah pencanangan ZI di UB tentu ada berbagai perbaikan, baik di bidang tata kelola SDM-nya, tata kelola tatalaksananya, akuntabilitasnya, pengawasan, maupun pelayanan publiknya,” ungkap Ngesti.
Dari berbagai perbaikan yang dilakukan selama tiga tahun terakhir, saat ini ada enam fakultas yang telah diusulkan menjadi Wilayah Bebas korupsi (WBK). Enam fakultas yang telah diusulkan itu antara lain FEB, Filkom, FSTeM, FAsT, Sekolah Pasca dan PSDKU Kediri.
Enam fakultas yang berhasil diusulkan menjadi WBK tersebut menurut Ngesti merupakan wujud komitmen bersama di seluruh civitas akademika di Universitas Brawijaya.
Dalam memperkuat zona integrasi di wilayah Universitas Brawijaya, Satuan Reformasi Birokrasi UB menggelar Workshop ‘Strategi Internalisasi Pembangunan Zona Integritas Di Perguruan Tinggi Dalam Ekosistem Reformasi Birokrasi Berdampak’ dengan menghadirkan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB, Prof Dr Erwan Agus Purwanto sebagai salah satu narasumber workshop.
“Enam fakultas diusulkan menjadi WBK ini merupakan buah yang kita tanam sejak tahun 2023 melalui pencanangan Zona Integritas itu dilakukan UB secara bersama-sama di tahun 2023 lalu,” pungkas Ngesti.
Sementara itu Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB, Prof Dr Erwan Agus Purwanto menyampaikan pihaknya merasa sangat bergembira karena Universitas Brawijaya sangat berkomitmen dalam menyiapkan zona integritas.

“Hari ini kami di Universitas Brawijaya baru melakukan desk evaluasi untuk penguatan pembangunan Zona Integritas. Di UB di beberapa fakultas dan juga termasuk di Sekolah Pascasarjana. Tentu kami sangat menyambut gembira dengan komitmen UB, dengan adanya inisiatif dan juga antusiasme dari Universitas Brawijaya di dalam menyiapkan Zona Integritas di lingkungan perguruan tinggi. Dan ini termasuk dari sedikit perguruan tinggi kita yang sudah mulai membangun Zona Integritas,” ungkap Prof. Erwan.
Menurut Prof. Erwan, fokus utama dari pengembangan WBK maupun WBBM adalah kepada pelayanan, terutama kepada para mahasiswa.
“Kita tahu, belakangan ada isu tentang integritas. Sehingga ini harapannya tentu dengan besok nanti adanya WBK di UB, pelayanan kepada mahasiswa tentu menjadi lebih baik dan mengedepankan value atau nilai-nilai integritas. Tidak ada lagi praktik gratifikasi. Barangkali selama ini gratifikasi karena saling tidak tahu; mahasiswa tidak tahu, dosen juga tidak tahu. Saya harapkan hal-hal seperti itu tidak terjadi di lingkungan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Zona Integritas (ZI) menurut Prof. Erwan menjadi semacam laboratorium bagi para akademisi. Seperti halnya di Universitas Brawijaya yang memiliki 70 ribu mahasiswa yang nanti semuanya kalau lulus dan bekerja di berbagai macam lembaga baik di pemerintah maupun swasta.
“Dan kalau mereka mengalami bagaimana pelayanan diberikan dengan integritas selama kuliah di kampus, maka itu diharapkan nanti akan menjadi duta-duta integritas. Kalau dia bekerja di birokrasi, dia juga paham bagaimana dia punya pengalaman yang baik mendapatkan pelayanan yang baik tanpa ada isu penahanan. Sehingga ketika dia menjadi birokrat, dia menjadi birokrat yang baik. Kalau dia di swasta, dia juga akan menjadi pegawai swasta yang berintegritas. Sehingga pengalaman di sini penting, integritas tidak hanya diajarkan, tidak hanya dipelajari di dalam teori-teori, tetapi betul-betul dilaksanakan dan itu akan menjadi habit yang dibiasakan. Dari kebiasaan kecil jika diulang-ulang akan menjadi sesuatu yang berintegritas,” pungkas Prof. Erwan.
Diikuti berbagai perwakilan fakultas, enam penanggungjawab Zona Integritas enam fakultas yang diusulkan menjadi WBK mempresentasikan materi perihal pmbentukan zona integritas di fakultasnya masing-masing. (Red)