Kota Malang – Pemerintah Kota Malang resmi menyambut para peserta program Politeknik Negeri Malang International Experiential Learning and Cultural Immersion 2026 di Balai Kota Malang. Dalam momentum tersebut, para peserta lintas negara diajak untuk mengenal lebih dekat potensi wisata, kekayaan budaya, hingga beragam kuliner legendaris yang menjadi identitas Kota Malang.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus dukungan penuh terhadap agenda tahunan yang telah diinisiasi oleh Polinema sejak tahun 2022 ini. Menurutnya, kolaborasi ini membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.
“Ini acara yang sangat bagus sekali. Selain penguatan akademik, bentuk kegiatannya nanti adalah pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini sangat bermanfaat dan kami menyambut baik,” ujar Ali Muthohirin saat ditemui di Balai Kota Malang.
Ali Muthohirin menjelaskan bahwa puluhan peserta yang berpartisipasi dalam program ini berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, dan Cina, serta perwakilan dari beberapa kampus di Jawa Timur. Seluruh rangkaian kegiatan ini didanai penuh oleh Polinema sebagai sponsor utama.

Agenda immersion camp ini dinilai efektif dalam memperluas ruang belajar sekaligus membangun jejaring kolaborasi di tingkat global. Pemkot Malang berkomitmen untuk terus menggandeng sivitas akademika guna mendampingi arah pembangunan kota agar berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Malang telah memfasilitasi agenda keliling kota menggunakan bus wisata Malang City Tour atau Macito. Fasilitas ini diberikan untuk memperkenalkan daya tarik Kota Malang secara langsung sekaligus mendongkrak sektor pariwisata ke kancah internasional melalui para peserta.
“Ini bagian terpenting bagi kami untuk meningkatkan sektor pariwisata sekaligus penguatan promosi Kota Malang di luar negeri. Ini kontribusi besar terhadap pandangan wisatawan global,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan kearifan lokal kepada para peserta asing. Karakter kuat Kota Malang yang bertumpu pada keramahan warga, nilai sejarah tata kota, kultur akademik, hingga kesejukan udaranya diharapkan menjadi impresi utama yang berkesan bagi mereka.
Tidak ketinggalan, Ali Muthohirin juga merekomendasikan para peserta internasional untuk mencicipi kuliner ikonik yang sudah sangat melegenda.
“Kulinernya khasnya bakso ini yang harus tetap dicicipi oleh semua peserta,” pungkas Ali Muthohirin. (Red)