👁 725 views since Juni 22, 2026

Aksi Nyata Mahasiswa FTAB Universitas Brawijaya Atasi Masalah Kota Malang Lewat Teknologi Tepat Guna

Kota Malang – Kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kembali ditunjukkan oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya. Sebanyak 856 mahasiswa bersama 102 dosen pendamping resmi diterjunkan ke lapangan. Para mahasiswa diterjunkan di 57 wilayah kelurahan yang ada di 5 kecamatan seluruh wilayah Kota Malang dalam program Mahasiswa Membangun Mitra (3M).

Program yang memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan pertama kali pada 2024 ini membawa misi penting, dimana sebanyak 57 kelompok mahasiswa tidak hanya melakukan pengabdian masyarakat, tetapi juga menyerahkan 57 unit alat Teknologi Tepat Guna (TTG). Alat inovatif tersebut dirancang khusus sebagai solusi aplikatif untuk mengatasi problematika riil yang dihadapi oleh warga.

Menurut Dekan FTAB Universitas Brawijaya, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., pemilihan Kota Malang sebagai lokus utama bertujuan agar dampak pengabdian bisa lebih berfokus dan terukur.

Dekan FTAB UB saat menjelaskan kegiatan dan program 3M

Dekan FTAB UB saat menjelaskan kegiatan dan program 3M

“Setiap kelompok akan memberikan bantuan alat inovasi yang dirancang bangun sendiri oleh adik-adik mahasiswa, menyesuaikan dengan kondisi permasalahan yang ada di masyarakat. Baik itu tentang isu lingkungan, pertanian, tentang agroindustri, terkait pengembangan UMKM, dan lain sebagainya,” ungkap Prof. Yusuf.

Langkah ini sekaligus mendukung program strategis universitas yang dikenal dengan nama Kampung Lingkar Kampus. Melalui wadah ini, mahasiswa mendapatkan laboratorium sosial nyata untuk mengasah pengalaman empiris dalam menyelesaikan problem perkotaan secara dinamis.

“Kegiatan 3M ini juga sebagai implementasi mandat dari Bapak Presiden Prabowo bahwa kampus itu harus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Ini adalah salah satu wujud nyata kami bahwa selain menggulirkan program mahasiswa berdampak, kita juga mengikuti arahan dari Pak Presiden bahwa FTAB UB selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tegas Dekan FTAB UB.

Prosesi pelepasan mahasiswa dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Brawijaya dan Pejabat Daerah. Tampak hadir Rektor Universitas Brawijaya, Sekretaris Universitas Brawijaya, Wali Kota Malang, Kepala Bappeda Kota Malang, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Camat Lowokwaru, hingga Lurah Ketawanggede.

Usai pemberangkatan mahasiswa, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang sukses menggerakkan mahasiswa untuk turun langsung membangun kemitraan di berbagai sektor penting.

“Ada banyak dukungan untuk pelaksanaan kegiatan ini, seperti dari UPT Green Campus UB, kemudian juga dari Pemerintah Kota Malang yang menjadi bagian penting agar Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi juga dapat memiliki dampak secara langsung kepada masyarakat, baik itu secara sosial, ekonomi, dan juga kelestarian lingkungan,” tutur Prof. Widodo.

Menurut Prof. Widodo, momentum terjun ke lapangan merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa untuk mempelajari keberagaman budaya masyarakat lokal. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran sentral dalam menggerakkan dinamika sosial serta memimpin perubahan yang konstruktif demi kemajuan bangsa.

Sinergi ini juga memperkuat sistem keamanan sosial di sekitar lingkungan akademis. Sekretaris Universitas UB, Dr. Tri Wahyu Nugroho, SP., M.Si., menambahkan bahwa program 3M merupakan perwujudan utuh dari konsep Kampung Lingkar Kampus.

“Jadi program Kampung Lingkar Kampus tersebut berusaha untuk membuat social security system atau sinergi antara kampus dengan masyarakat sekitar. Kita inginnya membuat pagar UB itu bukan berupa pagar tembok beton yang kaku mengelilingi kampus, melainkan masyarakat sekitar itulah yang menjadi pagar sosial dan menjadi bagian yang terintegrasi secara harmonis. Intinya di situ,” pungkas Dr. Tri Wahyu Nugroho. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top