Pentingnya Memahami Dunia Digital Bagi Lulusan Terbaik ITN Malang

Jurnalismalang — Balqis Bintang Paramita, mahasiswi Program Studi (Prodi) Bisnis Digital S-1, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), berhasil mencetak prestasi luar biasa. Dengan meraih IPK 3,95, Balqis tak hanya menjadi lulusan terbaik di lingkungan FTI, tetapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik ITN Malang pada wisuda ke-74 periode II tahun 2025.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang dunia digital merupakan kunci utama untuk meraih kesuksesan di berbagai bidang saat ini. Ini juga membuktikan bahwa pendidikan yang fokus pada teknologi dan bisnis digital dapat menghasilkan talenta-talenta luar biasa yang siap bersaing di era modern.

Balqis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan guru, S. Santoso dan Susi Khoriatin. Ia awalnya tidak memiliki ketertarikan pada dunia bisnis. “Saya penginnya ke hubungan internasional,” ungkapnya.

Namun, atas dorongan sang ibunda yang melihat potensi besar di bidang digital, ia memilih jalan yang berbeda. Pilihan itu terbukti tepat. Selama kuliah, ia menemukan bahwa prospek karier di dunia digital sangat luas, bahkan di luar dugaan awalnya.

Selama masa studi, Balqis tidak hanya fokus pada teori. Ia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan praktis yang mengasah kemampuannya. Salah satu pengalaman berharga adalah magang MSIB Batch 6 di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya sebagai Social Media Specialist. Di sana, ia dipercaya penuh untuk menyusun strategi konten media sosial, mulai dari copywriting hingga eksekusi. Pengalaman ini membuktikan bahwa keterampilan digital sangat dibutuhkan di instansi pemerintah sekalipun.

“Sebenarnya harusnya kami di-rolling, tapi karena mentor saya mempercayakan copywriter dan content planner ke saya, jadi saya tidak pernah di-rolling,” tutur Balqis. Ia juga aktif meliput (membuat konten) berbagai acara penting, termasuk kunjungan gubernur dan menteri.

Di samping itu, Balqis memiliki jiwa sosial yang tinggi yang ia salurkan dengan menjadi volunteer pendidikan. Ia mengajar anak-anak di sekolah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Kabupaten Malang. Pengalaman ini mengajarkan bahwa dampak positif bisa diberikan kepada masyarakat dengan cara apa pun, termasuk melalui ilmu yang ia miliki.

*Penelitian dan Visi Masa Depan*
Skripsi Balqis mengupas fenomena menarik di industri modest fashion dengan judul “Pengaruh Brand Image dan Personal Branding terhadap Keputusan Pembelian Hijab Merek Lafiye”. Ia menganalisis mengapa sebuah merek hijab premium seharga di atas 200 ribu rupiah tetap laku keras, bahkan memicu fenomena “war beli”.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa brand image dan personal branding memiliki pengaruh signifikan dalam keputusan pembelian konsumen. “Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan brand image dan strategi personal branding bagi para pebisnis di era digital,” jelas Balqis.

Setelah lulus, Balqis kini bekerja sebagai Social Media Specialist sambil mengumpulkan dana untuk melanjutkan studi S-2. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa di era industri 5.0 saat ini, pemahaman tentang digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan esensial agar dapat bertahan dan sukses di dunia kerja maupun bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top