Jurnalismalang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) mengadakan kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) bagi 884 mahasiswa angkatan 2023 yang akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid pada Sabtu, 14 Juni 2025, dengan narasumber dan panitia hadir secara luring di Ruang Sidang Lantai 2 FPIK UB, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.
Acara dibuka oleh Dekan FPIK UB, Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan industri dalam mendukung pengembangan potensi daerah, khususnya dalam sektor perikanan dan kelautan.
“Sebagai langkah awal, pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa tentang kondisi dan potensi perikanan serta kelautan di Kabupaten Pasuruan. Pengetahuan ini nantinya akan menjadi dasar yang kuat bagi mahasiswa dalam merancang dan menjalankan program KKN yang berbasis pada pengembangan ekonomi kreatif, konservasi lingkungan pesisir, serta penguatan sektor perikanan tangkap di daerah tersebut,” ungkap Dekan FPIK UB.
Prof. Dr. Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., menambahkan, proses persiapan acara ini telah melibatkan berbagai instansi terkait, yang menunjukkan komitmen dan dukungan terhadap pelaksanaan KKN-T ini. Sebagai bagian dari proses tersebut, agenda KKN-T ini, telah diaudiensikan pada Kamis, 12 Juni 2025, ke beberapa instansi penting, yaitu Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, DPMD, dan Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan.

(Soegeng Soebijanto Sekdin Perikanan Kabupaten Pasuruan)
Sementara itu Soegeng Soebijanto, Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan memberikan paparan mendalam mengenai potensi besar yang dimiliki oleh daerah ini, terutama dalam sektor perikanan. Kabupaten Pasuruan, dengan panjang pantai lebih dari 48 km, enam sungai besar, dan Danau Ranu Grati, menawarkan potensi sumber daya alam yang melimpah.
“Selain sektor perikanan, Kabupaten Pasuruan juga memiliki kawasan mangrove yang berfungsi sebagai sabuk pantai, sekaligus menjadi tempat perlindungan ikan dan destinasi wisata edukasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Soegeng.
Mengikuti pemaparan tersebut, Ketua Panitia KKN-T FPIK UB 2025, Citra Satrya, menjelaskan tentang bagaimana mahasiswa akan diterjunkan langsung ke 32 desa yang tersebar di delapan kecamatan Kabupaten Pasuruan. Dengan fokus pada pengembangan usaha perikanan berkelanjutan, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir, program KKN-T diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari, tetapi juga mengembangkan soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, dan adaptabilitas yang sangat penting dalam dunia kerja,” tambah Citra. (DnD)