👁 790 views since March 8, 2026

Meski Koalisi, PKS Kota Malang Tegaskan Siap Kritisi Kebijakan Pemkot

Jurnalismalang – Fraksi PKS DPRD Kota Malang menegaskan tetap akan bersikap kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kota Malang, meski partai tersebut menjadi bagian dari koalisi pendukung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Asmualik, mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi sejumlah capaian yang telah diraih oleh pemerintah sebelumnya. Namun demikian, menurutnya secara manusiawi setiap pemerintahan tentu memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki bersama.

“Kami mengapresiasi beberapa capaian dari pemerintah sebelumnya. Namun secara manusiawi tentu ada kekurangannya. PKS ingin saling melengkapi, sehingga kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mencari solusi, sekaligus memberikan kritik agar pelaksanaan pembangunan di Kota Malang bisa lebih baik,” ujar Asmualik.

Salah satu hal yang menjadi sorotan Fraksi PKS adalah rencana program bantuan Rp50 juta per RT yang saat ini menjadi perhatian publik. Menurut Asmualik, program tersebut perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam penganggaran.

Ia menegaskan bahwa program tersebut jangan sampai menimbulkan kesan sebagai kebijakan bernuansa politik semata, serta tidak mengganggu efisiensi anggaran di sektor lain.

“Program Rp50 juta per RT ini perlu dipastikan benar-benar menjadi solusi untuk peningkatan pembangunan di tingkat lingkungan. Jangan sampai karena program ini justru kegiatan lain yang juga penting menjadi terganggu,” jelasnya.

Asmualik menambahkan, dari sejumlah aspirasi yang diterima di tingkat RT dan RW, masih terdapat pertanyaan mengenai mekanisme pengelolaan serta pemanfaatan dana tersebut. Karena itu, ia mendorong pemerintah kota untuk menyusun konsep yang jelas dan sinkron dengan program pembangunan yang sudah berjalan.

Selain itu, Fraksi PKS juga mendorong pemerintah kota untuk terus meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan sistem digital, salah satunya melalui penerapan e-parking.

Menurut Asmualik, penerapan sistem parkir elektronik terbukti mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan di beberapa titik.

“Contohnya di kawasan Stadion Gajayana Malang, setelah diterapkan e-parking pendapatannya meningkat cukup signifikan. Padahal itu baru di beberapa titik parkir saja. Jika ke depan dilakukan pembenahan secara menyeluruh, tentu potensi pendapatan daerah bisa jauh lebih besar,” ungkapnya.

Ia berharap upaya digitalisasi seperti e-parking, e-tax, serta pengelolaan pendapatan lainnya dapat terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan pendapatan daerah untuk mendukung pembangunan Kota Malang. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top