👁 420 views since April 17, 2026

Kisah Marita Penjual Cireng, Lulusan Terbaik Informatika ITN Malang

Jurnalismalang – Di depan GOR Gajahmada Kota Batu, tepatnya di area parkir yang teduh, Marita Putri Nabila terbiasa menghabiskan waktunya. Bukan untuk nongkrong, tapi membantu orang tuanya berjualan cireng isi, cilor, hingga es degan. Siapa sangka, di sela kesibukan menggoreng jajanan dan melayani pembeli, gadis asal Kota Batu, Jawa Timur ini berhasil menyelesaikan studinya di Teknik Informatika S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,91.

Marita resmi menyandang predikat lulusan terbaik Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan akan ikut diwisuda pada wisuda ke-75 periode I tahun 2026, pada Sabtu (25/04/2026) mendatang. Baginya, prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan kesabaran. Maklum saja, perjalanan kuliahnya tidak selalu mulus. Di awal semester, ia harus berjuang dengan laptop seadanya yang sering “ngadat” dan lemot saat dipakai mengerjakan tugas pemrograman yang berat.

“Semester satu sampai pertengahan semester lima itu pakai laptop lama. Padahal anak informatika butuh laptop spesifikasi tinggi. Akhirnya saya dan orang tua pelan-pelan nyicil menabung sampai bisa beli laptop baru,” kenang alumnus SMKN 2 Batu ini.

Kehidupan Marita memang jauh dari kata santai. Saat mahasiswa lain aktif di berbagai organisasi kampus, anak kedua dari tiga bersaudara ini lebih memilih membantu orang tuanya, Maskut, dan Siti Arofah. Baginya, membantu orang tua bukan beban, melainkan momen untuk menyegarkan pikiran sekaligus belajar berinteraksi dengan banyak orang.

“Kalau ada tugas kelompok, saya pasti koordinasi sama Ibu. Tapi biasanya saya masih sempatkan membantu membuat bahan baku cireng atau cilor di rumah dibantu adik. Nanti pas mau dijual tinggal dibawa,” cerita Marita.

Menariknya, bakat eksperimennya tidak hanya dalam bentuk kode program, tapi juga di dapur. Marita sering mencari inspirasi resep jajanan dari TikTok, kemudian mencobanya di rumah, dan jika dirasa enak oleh keluarga ia akan menjadikannya menu jualan baru. Kini, daftar dagangannya bertambah dengan adanya lumpia ubi ungu, dan martabak mini.

Meski sibuk berbisnis kuliner kecil-kecilan, Marita tetap fokus pada dunia data yang diminatinya. Untuk skripsi ia mengembangkan sistem rekomendasi referensi jurnal yang sangat relevan untuk sesama mahasiswa. Penelitiannya yang berjudul “Sistem Rekomendasi Referensi Jurnal Untuk Skripsi Menggunakan Pendekatan Content Based Filtering Dengan Metode Cosine Similarity”. Skripsi yang ia angkat berangkat dari kesedihannya saat sulit mencari rujukan jurnal yang pas.

Di bawah bimbingan Joseph Dedy Irawan, ST., MT., dan Ahmad Faisol, ST., MT., Marita membangun website yang user-friendly. Pengguna cukup memasukkan judul atau kata kunci, dan dalam hitungan detik sistem akan menampilkan jurnal terkait dari database JATI ITN Malang lengkap dengan skor kemiripannya. Hasil pengujiannya pun impresif, dengan tingkat akurasi mencapai 88,89 %.

“Harapannya sistem ini bisa membantu mahasiswa lain supaya tidak pusing mencari referensi dan mencegah adanya duplikasi topik penelitian,” tambahnya.

Kini, Marita resmi menyandang gelar sarjana dengan membawa pesan sederhana namun mendalam dari sang ibu “Jalani saja (kuliah) mumpung ada rezekinya, dan lakukan yang terbaik di setiap kesempatan”. Di balik toga dan prestasi akademiknya, ada doa tulus orang tua serta aroma cireng goreng yang setia menemani langkah perjuangannya hingga garis finis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top