👁 326 views since September 25, 2026

Penuhi Kebutuhan Daerah, LLDIKTI Wilayah VII Jatim Hadirkan 7 Klaster Program Kakak Tangguh Sebagai Implementasi Kampus Berdampak

Kepala LLDIKTI Wilaya 7 Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri memberikan keterangan (Foto : Redaksi)

Kota Malang – Dalam rangka menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di lapangan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur merancang tujuh klaster intervensi prioritas melalui program Kakak Tangguh sebagi implementasi program kampus berdampak.

Hal tersebut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah 7, Prof. Dyah Sawitri yang menyampaikan bahwa melalui program Kampus Berdampak maka perguruan tinggi diharapkan tidak sekadar menjadi menara gading tetapi justru hadir sebagai penggerak perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tujuh klaster intervensi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan lokal yang terukur. Klaster satu hingga tiga memfokuskan sasaran pada sektor kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat, meliputi intervensi 1000 Hari Pertama Kehidupan, penyediaan sanitasi dan air bersih, hingga pemberdayaan UMKM inklusif serta lansia produktif.

Sementara itu, klaster empat hingga enam menyasar bidang pendidikan, literasi, dan keberlanjutan melalui penguatan kualitas pembelajaran lewat Learning Hub, pengembangan desa wisata, serta penerapan ekonomi sirkular desa. Adapun klaster tujuh memfokuskan perhatian pada tindakan pencegahan, deteksi dini, dan eliminasi Tuberkulosis berbasis komunitas dan keluarga.

Pelaksanaan program ini mencakup berbagai daerah strategis di Jawa Timur, seperti kawasan Pantura meliputi Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban, wilayah Tapal Kuda yang mencakup Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo, dan kawasan Madura meliputi Bangkalan dan Sumenep, serta kawasan Mataraman mencakup Ngawi dan Pacitan. Penentuan sasaran di tiap daerah didasarkan pada data baseline dan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah serta pihak perguruan tinggi.

Untuk mengoptimalkan langkah tersebut, LLDIKTI Wilayah VII membagi seluruh perguruan tinggi ke dalam tujuh konsorsium yang tersebar di wilayah Jawa Timur agar kontribusi setiap kampus lebih fokus dan sesuai kapasitasnya.

“Luar biasa, untuk LLDIKTI VII kami mempunyai konsep untuk Kakak Tangguh, yang mana itu sudah dipetakan menjadi tujuh konsorsium dan itu sudah dibagi seluruh Jawa Timur,” ujar Prof. Dyah Sawitri.

Prof Dyah menegaskan bahwa program Kakak Tangguh menjadi instrumen penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Jawa Timur.

“Program tersebut menjadi salah satu strategi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur,” kata Prof Dyah Sawitri.

Meski seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur pada dasarnya telah mengadopsi konsep Kampus Berdampak, pihak LLDIKTI terus melakukan pemetaan guna menentukan kampus yang siap bertindak sebagai penggerak utama di lapangan.

“Nah, itu menjadi kekuatan tersendiri Jawa Timur, bagaimana kampus berdampak yang betul-betul bisa mewujudkan kontribusi nyata kepada masyarakat dan insyaallah tahun ini adalah tahun keberkahan bagi kita semua untuk perguruan tinggi yang betul-betul peduli untuk melakukan perubahan atau agent of change untuk mewujudkan kampus berdampak dan itu menjadi pilar kehidupan kampus untuk mewujudkan kontribusi nyata kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top