👁 413 views since Juni 15, 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Pemkot Malang Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha Aman

Kota Malang — Penguatan basis data sektor riil menjadi fondasi krusial dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah. Mengawali langkah strategis tersebut, Pemerintah Kota Malang resmi meluncurkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang ditandai dengan pelaksanaan apel bersama di halaman Balai Kota Malang.

Agenda peluncuran ini diintegrasikan dengan penyerahan apresiasi penghargaan Statistik Satu Data (SATA) kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkinerja terbaik, serta pelepasan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Cantik (Cinta Statistik).

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menegaskan bahwa ketiga agenda tersebut bermuara pada satu tujuan besar, yakni mewujudkan ekosistem ketersediaan data tunggal yang valid, akurat, dan akuntabel. Data hasil sensus ini nantinya akan menjadi navigasi utama dalam memetakan potret serta laju pertumbuhan ekonomi makro maupun mikro di wilayah Kota Malang.

“Semuanya berkaitan dengan data. Kami berharap dengan tiga agenda ini bisa menjadi satu rangkaian untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bisa dijadikan dasar perencanaan pembangunan, termasuk mengetahui sejauh mana tingkat perekonomian di Kota Malang,”ujar Wahyu Hidayat.

Guna memastikan kesiapan di lapangan, operasional pendataan diawali dengan pembacaan ikrar deklarasi oleh para petugas sebagai pedoman integritas kerja. Penilaian tata kelola data OPD penerima penghargaan SATA juga dilakukan secara objektif dengan melibatkan tim ahli dari unsur perguruan tinggi serta Badan Pusat Statistik (BPS). Seluruh instrumen kewilayahan mulai dari camat, lurah, hingga ketua RT dan RW telah diinstruksikan untuk bergerak aktif mengedukasi warga.

“Kami berharap masyarakat Kota Malang siap menerima petugas Sensus Ekonomi 2026,” tambah Wahyu Hidayat seraya mengimbau pelaku usaha untuk memberikan jawaban yang jujur demi kepentingan evaluasi pembangunan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, memaparkan bahwa linimasa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan bergulir secara masif mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026. Untuk menjangkau seluruh klaster usaha, pihak BPS menerjunkan ratusan personel terlatih ke lapangan.

“Kami menerjunkan sebanyak 627 petugas. Kami sebar ke seluruh kelurahan dan RT. Banyak sekali target yang harus didapatkan oleh petugas,” jelas Umar Sjaifudin.

Setiap petugas sensus memikul tanggung jawab untuk melakukan pencacahan terhadap 750 hingga 850 unit usaha, baik skala korporasi maupun industri rumah tangga. Umar memastikan seluruh petugas di lapangan dibekali dengan atribut pengenal resmi berupa rompi, kartu identitas, serta surat tugas guna mengantisipasi tindakan penipuan.

“Jawablah pertanyaan dengan sebenar-benarnya. Karena hasil sensus ekonomi ini nantinya akan sangat berguna, tidak hanya bagi pemerintah daerah tetapi juga untuk kepentingan semua pihak,” imbuhnya.

Dukungan sektoral juga diperkuat lewat hadirnya program KKN Kelurahan Cantik yang memobilisasi sekitar 1.000 mahasiswa, termasuk korps akademika dari Universitas Negeri Malang (UM). Para mahasiswa ini didistribusikan ke seluruh kelurahan dengan formasi 10 hingga 20 personel per wilayah guna mempercepat digitalisasi data di tingkat akar rumput.

“Harapan kami, mahasiswa bisa membantu setiap kelurahan untuk menyusun data statistik, membuat infografis, dan memantau ekonomi kreatif di setiap kelurahan Kota Malang,”pungkas Umar Sjaifudin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top