šŸ‘ 367 views since February 4, 2026

Dosen FK UB Ingatkan Waspada Virus Nipah

Jurnalismalang – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), dr. Milanitalia Gadys Rosandy, Sp.PD, mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap potensi ancaman virus Nipah. Meski hingga kini belum ditemukan di Indonesia, virus Nipah dikenal sebagai penyakit infeksi emerging dengan tingkat kematian yang tinggi dan dampak serius bagi kesehatan.

Ia menjelaskan, virus Nipah tergolong sangat berbahaya karena dapat menyerang organ-organ vital tubuh. Virus ini mampu menembus sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis. Gejala awalnya bisa berupa demam tinggi yang berkembang cepat hingga penurunan kesadaran dan koma.

Selain menyerang otak, virus Nipah juga dapat menimbulkan peradangan berat pada paru-paru. Kondisi ini berisiko menyebabkan gagal napas akut yang dapat berujung pada kematian. Kombinasi gangguan pada otak dan paru-paru inilah yang membuat virus Nipah memiliki angka fatalitas tinggi.

Menurut dr. Milanitalia, tantangan utama dalam mendeteksi virus Nipah adalah kemiripan gejala awal dengan infeksi lain. Oleh karena itu, tenaga medis perlu waspada terhadap tanda seperti demam tinggi yang tidak membaik, sesak napas, penurunan kesadaran, kejang, serta perubahan kondisi pasien yang berlangsung cepat.

Virus Nipah dapat menyerang semua kelompok usia, namun kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi. Lansia, anak-anak, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah atau immunocompromised berpotensi mengalami gejala yang lebih berat dan progresif jika terinfeksi.

Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis masih bersifat suportif dan simptomatik, seperti pemberian obat penurun panas dan oksigen. Pasien dengan dugaan infeksi virus Nipah harus dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan protokol pengendalian infeksi yang ketat di fasilitas kesehatan. Penggunaan alat pelindung diri, kebersihan tangan, serta standar isolasi menjadi kunci utama mencegah penularan, termasuk melalui penguatan skrining di bandara dan terminal internasional.

dr. Milanitalia mengimbau masyarakat agar tetap waspada tanpa panik. Masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker di area berisiko, rajin mencuci tangan, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala. Edukasi yang benar, menurutnya, penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. (RST/HMS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top