Mahasiswa UNITRI Beri Penyuluhan Kesehatan di Desa Gondowangi Wagir Malang

Jurnalismalang – Mahasiswa Kelompok 4 dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, melaksanakan dua rangkaian kegiatan penyuluhan kesehatan dengan fokus pada pencegahan penyakit menular, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kegiatan ini menyasar dua kelompok berbeda di Desa Gondowangi, Kabupaten Malang, yakni siswa sekolah dasar dan ibu-ibu PKK, sebagai bentuk nyata dari pengabdian kepada masyarakat.

Penyuluhan pertama dilaksanakan pada 25 Juli 2025 di SD Negeri 2 Gondowangi, dengan peserta dari kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini mengangkat tema “PHBS untuk Mencegah ISPA” yang disampaikan melalui media video edukatif, agar materi lebih mudah dipahami dan menarik bagi anak-anak.

Mahasiswa juga menyisipkan sesi tanya jawab dan praktik sederhana untuk meningkatkan interaksi serta pemahaman siswa.

“Kami ingin menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat sejak dini, agar anak-anak bisa melindungi dirinya dari ISPA dan penyakit lain yang mudah menular,” ujar salah satu anggota kelompok 4.

Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka menyimak video dengan serius, menjawab pertanyaan dengan semangat. Untuk menambah semangat belajar, mahasiswa memberikan hadiah kepada seluruh peserta, serta hadiah khusus bagi siswa yang paling aktif selama kegiatan berlangsung.

“Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti ini, kami ingin menciptakan suasana belajar yang interaktif namun tetap bermakna, agar pesan kesehatan dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari siswa,” ungkap Zetrion Batukh, ketua kelompok.

Penyuluhan kedua dilaksanakan pada 2 Agustus 2025 bertempat di rumah salah satu warga. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu PKK. Kegiatan ini mengusung tema “Upaya Meningkatkan Kemandirian Masyarakat dalam Penanggulangan Penyakit Menular: ISPA”.

Penyampaian materi dilakukan secara dialogis dan membahas lebih dalam mengenai peran keluarga, khususnya ibu, dalam mencegah dan menangani ISPA di lingkungan rumah tangga.
Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, mahasiswa menyusun permainan edukatif bertema ISPA. Para ibu tampak antusias mengikuti permainan, berdiskusi, dan membagikan pengalaman mereka secara terbuka.

Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa membagikan tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga) berupa jahe merah kepada para ibu PKK. Dalam sesi tersebut, juga dijelaskan manfaat jahe merah sebagai salah satu tanaman herbal yang efektif untuk membantu mengatasi ISPA, seperti meredakan batuk, menghangatkan tubuh, dan memperkuat sistem imun.

“Kami senang bisa mendapatkan ilmu langsung dari mahasiswa, apalagi yang berkaitan dengan anak-anak. Banyak hal kecil yang ternyata penting dan bisa kami terapkan di rumah,” ungkap salah satu ibu PKK yang hadir.

Aprilin, salah satu anggota kelompok, menuturkan, “Kami ingin memberikan wawasan yang tidak hanya berhenti pada teori, tapi bisa langsung dipraktikkan. Salah satunya melalui tanaman toga yang kami berikan, agar ibu-ibu bisa mengenali manfaat tanaman herbal seperti jahe merah dalam menjaga kesehatan keluarga mereka.”

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat baik dari pihak sekolah maupun masyarakat.

“Melalui penyuluhan ini, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular, serta mendorong kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan di lingkungan masing-masing,” ungkap Dimas Kurniawan, pendaming mahasiswa dari Puskesmas Wagir.

Sebelum mengakhiri kegiatan PMT tahun 2025 ini, kelompok 4 bersama dengan seluruh mahasiswa PMT FIKES UNITRI yang ditempatkan di Desa Gondowangi, Wiloso, Wagir mendirikan POSPINDU (Pemeriksanaan Tensi dan Gula Darah Gratis) mulai dari 4 Agustus hingga 9 Agustus 2025.

“Di hari pertama posko di buka, Alhamdulillah antusias warga cukup bagus yaitu dengan adanya 15 warga yang melaksanakan pemeriksanaan.” Ungkap dosen pembimbing lapangan. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top