Jurnalismalang – Sebanyak 790 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang secara resmi diberangkatkan membangun desa di 6 Kecamatan di Kabupaten Malang dan 3 Kecamatan di Kabupaten Blitar, Sabtu (05/07/25).
Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Dekan FILKOM UB berpesan kepada ratusan mahasiswa Filkom untuk datang dan pulang dari desa dengan meninggalkan kesan yang baik, serta membantu masyarakat di desa terutama dalam hal IT dan segala pekerjaan di desa.
“Saat ini adalah kesempatan mahasiswa, untuk mempraktekkan pembelajaran yang diterima di kelas maupun fakultas agar diterapkan di desa. Kehidupan di desa tentunya akan berbeda dengan kehidupan mahasiswa di rumah ataupun di kos, yang selama ini ada AC, kasur yang empuk dan makanan yang sudah siap tersedia sesuai keinginan kalian (mahasiswa). Pendekatan yang bisa dilakukan mahasiswa kepada masyarakat di desa, salah satunya dengan ibadah bersama, baik ke musholla atau gereja sesuai agama masing-masing,” ungkapIr. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut Dekan Filkom UB itu menekankan kepada mahasiswanya untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, karena selama ini kehidupan mahasiswa Gen Z banyak dilakukan di dunia maya.

(Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Dekan FILKOM UB saat memberangkatkan mahasiswa Filkom Membangun Desa)
“MMD ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat desa sesuai dengan tema MMD Filkom kali ini yaitu IT For Better Life, baik untuk pendidikan, UMKM, pemerintahan desa. Masing-masing kelompok akan memiliki karya yang berbasis IT untuk menyelesaikan masalah di desa, termasuk meningkatkan UMKM di desa. Hal itu karena banyak potensi yang bisa dikembangkan di desa, dan IT sebagai bridging untuk pembangunan di desa,” tambah Dekan Filkom itu.
Sementara itu Hariz Farisi, S.Kom., M.T.. Ketua Pelaksana MMD FILKOM 2025 menambahkan, 790 Mahasiswa Filkom akan terbagi dalam 57 kelompok menuju 57 desa di Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Menariknya MMD di Filkom ini juga diikuti oleh 4 mahasiswa difabel, sehingga ini sebagai salah satu wujud fakultas peduli dengan mahasiswa inklusif difabel.
“Untuk Kabupaten Malang ada di Pakis, Tumpang, Jabung, Poncokusumo, Sumberpucung dan Ngajum, sedangkan di Blitar ada di Garum, Kanigoro dan Gandusari. Setiap kelompok minimal ada empat mahasiswi serta satu anak malang biar bisa komunikasi bahasa Jawa,” jelas Haris Farizi.
Untuk diketahui Filkom UB juga bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk asuransi mahasiswa yang mengikuti MMD, RSUB dan klinik kesehatan, termasuk keamanan mahasiswa yang bekerjasama dengan Polsek dan Kodim setempat. (DnD)