FPIK UB Kirim 847 Mahasiswa KKN, Belajar dari Pesisir, Bertumbuh Bersama Masyarakat

Jurnalismalang – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) resmi melepas sebanyak 847 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini mencakup 32 desa yang tersebar di 10 kecamatan, dan akan berlangsung selama 30 hari, mulai awal Juli hingga pertengahan Agustus 2025.

Mengusung tema besar “Laut dan Pesisir Kabupaten Pasuruan: Laboratorium Nyata Pembelajaran Mahasiswa”, program KKN Tematik ini menitikberatkan pada penguatan peran keilmuan FPIK dalam mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan di wilayah pesisir. Di saat yang sama, mahasiswa juga akan melakukan pemetaan potensi sumber daya perikanan dan kelautan di Kabupaten Pasuruan.

“Kami ingin mahasiswa FPIK tidak hanya kuat di teori, tetapi juga hadir dan bekerja langsung bersama masyarakat pesisir. Ini bagian dari proses membangun kepekaan, kepakaran, dan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Prof. Dr. Asep Awaludin Prihanto, MP., Dekan FPIK UB, dalam sambutannya saat acara pelepasan.

Kabupaten Pasuruan dipilih sebagai lokasi utama KKN Tematik karena wilayah ini memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat strategis, namun belum sepenuhnya terpetakan dan termanfaatkan secara optimal.

Prof. Dr. Asep Awaludin Prihanto, MP., menambahkan, Kabupaten Pasuruan memiliki garis pantai yang panjang di sepanjang pesisir utara Jawa Timur, yang menjadi lokasi penting bagi kegiatan perikanan tangkap, budidaya air payau, tambak garam, serta berkembangnya UMKM berbasis hasil laut.

Beberapa kecamatan pesisir seperti Lekok, Nguling, Grati, dan Rejoso juga dikenal sebagai sentra nelayan tradisional, dengan permasalahan sekaligus peluang pengembangan yang kompleks, mulai dari penurunan hasil tangkapan, kerusakan ekosistem pesisir, hingga keterbatasan inovasi dalam pengolahan hasil perikanan.

“Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan dapat menggali lebih dalam potensi wilayah serta membantu menyusun basis data dan rekomendasi untuk pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Pasuruan,” tambah Prof. Asep.

Melalui kegiatan KKN Tematik ini, FPIK UB berharap mahasiswa dapat mengembangkan wawasan dan kepekaan sosial, sekaligus mengimplementasikan keilmuannya secara kontekstual di tengah kehidupan masyarakat pesisir.

Lebih dari sekadar pengabdian, KKN ini diharapkan menjadi jembatan pembelajaran dua arah: mahasiswa belajar dari masyarakat, dan masyarakat mendapatkan manfaat dari energi, gagasan, serta inovasi para mahasiswa.

Kedepan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya sinergi jangka panjang antara FPIK UB dan Kabupaten Pasuruan, dalam upaya bersama untuk mendorong pembangunan pesisir yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis potensi lokal. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top