Jurnalismalang – Dalam momen yang penuh kebanggaan, Rizkiana Fatichah Azzahra, SP, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat Universitas pada Wisuda Sarjana Dan Magister Universitas Tribhuwana Tunggadewi Periode 47 Tahun 2025, Sabtu (18/01). Prestasi gemilang ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa.
Rizkiana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni (3,96), mengungkapkan bahwa motivasi utamanya selama menempuh pendidikan adalah kedua orang tuanya.
“Duduk di bangku perkuliahan merupakan salah satu cita-cita ayah saya yang kemudian menjadi cita-cita saya pula. Menjadi lulusan terbaik adalah hadiah yang ingin saya persembahkan untuk mereka,” ujarnya dengan penuh haru.
Selama perkuliahan, Rizkiana selalu mengutamakan akademik sebagai prioritas utama. Meski demikian, ia tetap aktif berorganisasi, mengikuti perlombaan, dan menjalani pekerjaan sampingan. Baginya, organisasi dan kegiatan di luar akademik adalah nilai tambah yang dilakukan setelah tanggung jawab akademik selesai.
“Saya selalu membuat skala prioritas, menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu, dan meng-highlight materi yang kurang dipahami untuk dipelajari lebih lanjut,” tambahnya.
Prestasi Rizkiana tidak hanya terbatas pada bidang akademik. Salah satu momen paling berkesan baginya adalah ketika berhasil meraih gelar Duta Terbaik Universitas dan memenangkan beberapa perlombaan baik di tingkat internal maupun eksternal kampus. Prestasi ini tidak lepas dari dukungan para dosen yang berperan penting dalam perjalanan akademiknya.
Tidak dapat dipungkiri, perjalanan Rizkiana juga penuh tantangan. Salah satu tantangan terberatnya adalah menyeimbangkan antara akademik, organisasi, delegasi perlombaan, dan pekerjaan sampingan. Hal ini sempat membuatnya jatuh sakit karena kelelahan.

Namun, Rizkiana berhasil mengatasinya dengan memprioritaskan kegiatan yang penting dan mengurangi aktivitas yang bukan kewajiban, terutama saat fokus menyelesaikan skripsi di semester akhir.
Rizkiana juga menetapkan target sejak awal sebagai motivasi. “Sejak menjadi mahasiswa baru, saya sudah menetapkan tujuan untuk menjadi lulusan terbaik. Dengan doa dan usaha yang konsisten, akhirnya hal itu dapat tercapai,” ungkapnya.
Mengidolakan tokoh seperti Stephen Hawking, Hypatia, dan Najwa Shihab, Rizkiana percaya bahwa perempuan juga dapat unggul dalam bidang akademik. Ia mengutip buku The Intelligent Gene karya Kevin Davis yang menyebutkan bahwa kecerdasan juga dipengaruhi oleh genetik perempuan.
“Pikiran perempuan harus diberdayakan,” tegasnya.
Seperti diketahui, Rizkiana merupakan salah satu mahasiswa penerima beasiswa bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) meski demikian, ia tetap mengingatkan kepada mahasiswa lain untuk selalu fokus pada tujuan awal belajar di kampus dan perjuangan orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.
“IPK memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi berlindung pada kalimat tersebut hanya akan menimbulkan rasa malas. Imbangi dengan memperluas relasi, pengalaman magang, atau pekerjaan freelance,” sarannya.
Kedepannya, Rizkiana berencana untuk bekerja dan menabung guna membangun bisnis sendiri. Baginya, wirausaha adalah pekerjaan yang tidak mengenal batas usia dan memberikan kebebasan untuk terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara teori dan adaptasi terhadap lingkungan.
Dengan segala prestasi dan tekad yang dimiliki, Rizkiana menjadi inspirasi nyata bagi mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi dan generasi muda lainnya. Pada wisuda periode ke-47 ini, UNITRI meluluskan total 400 orang wisudawan dari berbagai program studi. (Hms/DnD)