👁 526 views since March 4, 2026

Harga Cabai Tembus Rp130 Ribu, Wali Kota Malang Siap Intervensi: Beli Rp80 Ribu, Jual Rp80 Ribu di Pasar

Jurnalismalang – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Malang menembus Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram menjelang Idul Fitri. Padahal, harga di tingkat petani disebut masih berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Malang. Wahyu Hidayat Wali Kota Malang menegaskan, pihaknya telah menggelar high level meeting bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna memetakan persoalan dari hulu hingga hilir.

“Kita sudah lakukan high level meeting. Kita lihat dari data, dari hulunya dulu. Harga cabai dan ayam potong ini memang mulai naik menjelang hari raya. Permintaan juga meningkat,” tegas Wahyu.

Menurutnya, meski pasokan dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Banyuwangi sudah masuk, harga di pasar tetap bertahan di atas Rp100 ribu per kilogram.

“Nah ini yang akan kita lihat. Kenapa harga jual di petani Rp80 ribu, tapi di pasar masih di atas Rp100 ribu. Kita akan cek sampai ke hilir, ke pasar,” ujarnya.

Wahyu menegaskan, Pemkot Malang tidak ingin kenaikan harga merugikan masyarakat, namun di sisi lain juga tidak ingin petani dirugikan.

Sebagai langkah antisipasi, TPID tengah menyiapkan skema intervensi harga.

“Kalau perlu, kita beli dari petani misalnya Rp80 ribu, lalu kita jual di pasar Rp80 ribu juga. Supaya harga yang tinggi ini mau tidak mau mengikuti atau mendekati harga tersebut,” tegasnya.

Langkah tersebut, lanjutnya, pernah dilakukan sebelumnya dan dinilai efektif menahan gejolak harga saat momentum hari besar keagamaan.

Instrumen intervensi disebut telah disiapkan, tinggal menunggu pemetaan teknis dari TPID terkait mekanisme distribusi dan titik pasar sasaran.

“Nanti TPID akan mapping. Kita siapkan skenarionya supaya harga bisa lebih stabil,” katanya.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI, Andreas Edi Susetyo, menyebut inflasi nasional saat ini berada di atas 3,5 persen. Meski secara makro relatif terkendali, ia menilai harga di pasar justru dirasakan cukup tinggi oleh masyarakat.

“Saya sudah keliling di Indonesia. Inflasi kita di atas 3,5 persen, tapi di pasar harga beras, cabai dan ayam sangat tinggi,” ujarnya saat reses di Malang Raya.

Ia menambahkan, komponen pembentuk inflasi tengah menghadapi tantangan global, mulai dari kenaikan harga energi hingga dampak geopolitik terhadap BBM dan subsidi.

Pemkot Malang memastikan akan terus memantau perkembangan harga menjelang Idul Fitri, termasuk menyiapkan langkah cepat apabila diperlukan agar stabilitas pangan tetap terjaga. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top