Jurnalismalang – Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Katolik Widya Karya Malang (UKWK) Malang tak hanya belajar teori di ruang kelas. Mereka terjun langsung ke lapangan untuk memahami bagaimana mutu buah dan sayur dijaga sejak dari gudang hingga sampai ke meja konsumen.
Kegiatan perkuliahan lapangan tersebut dilaksanakan di UD Niaga Sumber Makmur, sebuah usaha penyedia buah dan sayur yang memasok berbagai jaringan supermarket. Kunjungan ini diikuti mahasiswa semester 4 dan 6 pada Rabu (25/2/2025), sebagai bagian dari Mata Kuliah Penanganan Pascapanen yang diampu Hendrikus Nendra Prasetya, S.P., M.Si.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempelajari langsung prinsip fisiologi pascapanen, mulai dari proses respirasi hingga peran etilen pada buah klimakterik dan non-klimakterik. Pemahaman ini penting karena sangat menentukan umur simpan dan kualitas produk hortikultura.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mendalami klasifikasi produk hortikultura, perbedaan karakteristik buah dan sayur, hingga implikasinya terhadap penanganan, penyimpanan, dan pengendalian mutu. Mereka menyaksikan secara langsung tahapan rantai pasok, mulai dari panen, sortasi, pra-pengolahan, pengemasan, transportasi berpendingin, penyimpanan, hingga distribusi ke supermarket.
Pemilik UD Niaga Sumber Makmur, Bayu Sukmawan Budiono, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memahami kebutuhan industri.
“Kami senang bisa menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa Teknologi Pangan. Di sini mereka bisa melihat bahwa setiap keputusan dalam penanganan buah dan sayur, mulai suhu, kelembapan, hingga jenis kemasan, berdampak langsung pada kualitas produk yang diterima konsumen,” ujarnya.
Bayu menambahkan, pihaknya terbuka untuk kerja sama lanjutan, baik dalam bentuk praktik lapangan maupun riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri ritel modern.

Sementara itu, Hendrikus Nendra Prasetya menjelaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan kurikulum Outcome Based Education (OBE) dan kebijakan Merdeka Belajar yang menekankan pengalaman kontekstual di dunia nyata.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan teori di laboratorium, tetapi juga melihat langsung bagaimana konsep fisiologi pascapanen dan teknologi rantai pasok diterapkan dalam skala industri.
Harapannya, mereka mampu mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan praktis untuk meminimalkan susut kualitas dan menjamin keamanan pangan,” tuturnya.
Ia menegaskan, mahasiswa juga ditargetkan mampu merancang strategi panen dan penanganan yang optimal sesuai jenis komoditas, serta menerapkan metode pra-pengolahan, pengemasan, transportasi, dan penyimpanan terintegrasi guna meminimalkan kehilangan kualitas hingga 20 persen.
Salah satu mahasiswi peserta, Maria Devina Kusumawardani, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.
“Selama ini kami belajar teori tentang respirasi, etilen, dan penanganan pascapanen di kelas. Di sini saya bisa melihat langsung bagaimana buah dan sayur disortir, dikemas, disimpan, dan dikirim ke supermarket. Detail kecil seperti suhu penyimpanan dan jenis kemasan ternyata sangat menentukan kesegaran produk,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Pangan UKWK Malang menegaskan komitmennya dalam menjembatani teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademik, tetapi juga membangun kepekaan terhadap standar mutu, efisiensi rantai pasok, serta tuntutan industri modern terhadap produk buah dan sayur yang berkualitas, bernutrisi, dan aman dikonsumsi. (DnD)