👁 769 views since February 25, 2026

Sheila On 7 Obati Rindu Malang, POLIPONI Siapkan Panggung Harmoni Lintas Generasi

Jurnalismalang – Kerinduan panjang para Sheila Gank akhirnya terjawab. Setelah sekitar tujuh tahun tak menyapa Kota Malang, Sheila On 7 dipastikan kembali tampil dalam gelaran POLIPONI: Si Paling Konser yang akan digelar pada 20 Juni 2026 di Lapangan Rampal.

Konser yang digagas Letralive ini dirancang sebagai ruang temu lintas generasi dan lintas warna musik. Mengusung konsep pertunjukan megah dan imersif, POLIPONI tak sekadar menghadirkan tontonan, tetapi pengalaman musikal yang dirasakan secara emosional oleh para penikmat musik.

Co-Founder Letralive, Erwin Wibowo, menjelaskan bahwa “poliponi” bermakna banyak suara dalam satu harmoni. Konsep ini menjadi representasi keberagaman musikal dalam satu panggung kolaboratif.
“POLIPONI berarti banyak suara dalam satu harmoni. Kami ingin menghadirkan panggung kolaboratif yang merayakan keberagaman musikal,” ujar Erwin, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan kesiapan teknis konser telah dipersiapkan secara maksimal. Sistem audio, pencahayaan, hingga stage rig dioptimalkan untuk menghadirkan kualitas pertunjukan terbaik bagi penonton, khususnya pecinta musik di Malang Raya.

Selain Sheila On 7 sebagai penampil utama, sejumlah musisi nasional turut dikonfirmasi tampil, di antaranya Barasuara, Fiersa Besari, serta Coldiac. Kehadiran Coldiac menjadi kebanggaan tersendiri karena membawa nama Malang di panggung yang sama dengan musisi papan atas Tanah Air.

Barasuara dijadwalkan membawakan lagu “Terbuang Dalam Waktu” yang dikenal sebagai original soundtrack film “Sore” dan sempat viral di berbagai kota besar. Sementara Fiersa Besari akan kembali menyemarakkan panggung lewat lagu-lagu andalannya setelah sempat hiatus.

Creative Director POLIPONI, Ari Wulu, menyebut konser ini dikemas dengan konsep segar yang memadukan tata suara presisi dan pertunjukan visual cahaya terintegrasi dengan musik para penampil.
“Penonton POLIPONI akan menyaksikan konser dengan tata suara yang tepat serta pertunjukan visual cahaya yang menyatu dengan musik yang dibawakan para penampil,” ujarnya.

Sementara itu, Operational Director POLIPONI, Radita Kus Hartono, menilai pemilihan Malang sebagai lokasi konser bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal memiliki basis penikmat musik yang solid dan militan, sekaligus daya tarik wisata yang kuat, mulai dari alam hingga kuliner yang digemari anak muda.

“Malang memiliki potensi wisata yang besar dan berdampingan dengan kota-kota wisata lain seperti Jogja, Bali, dan Bandung. Harapan kami, POLIPONI dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi kreatif,” katanya.

Di sisi lain, Adam dari Sheila On 7 mengaku antusias bisa kembali tampil di Malang. Ia memastikan akan ada kejutan khusus bagi penonton.

“Kami berusaha memilih katalog lagu yang paling pas. Dan pastinya ada yang berbeda karena kami hanya main bertiga di Malang,” tandasnya.

Jika tak ada aral, POLIPONI berpotensi menjadi salah satu konser terbesar di Malang pada 2026, sekaligus momentum penting bagi pergerakan industri pertunjukan musik di Jawa Timur pada pertengahan tahun mendatang. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top