👁 727 views since February 9, 2026

UB Kukuhkan Lima Profesor Baru dari Berbagai Bidang Ilmu

Jurnalismalang – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan lima profesor dari berbagai bidang keilmuan. Pengukuhan dilakukan melalui sidang terbuka Senat Akademik Universitas (SAU) yang digelar di Gedung Samantha Krida, Selasa (10/2/2026).

Lima profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Dra. Trisilowati, M.Sc., Ph.D. dari Fakultas MIPA, Prof. Defri Yona, S.Pi., M.Sc.stud., D.Sc. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, MT dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Riyanto Haribowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng. dari Fakultas Teknik, serta Prof. Achmad Efendi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas MIPA.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Trisilowati memperkenalkan model matematika SVEIAQHR untuk mitigasi penyebaran COVID-19 yang mengintegrasikan vaksinasi, edukasi, dan karantina secara optimal. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan ilmiah dalam pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Defri Yona mengangkat konsep KERIS-LAUT, sebuah kerangka risiko integratif untuk pengendalian pencemaran laut Indonesia. Kerangka ini menggabungkan alur perpindahan pencemar, akumulasi, hingga risiko ekologis dan kesehatan guna mendukung kebijakan pengelolaan laut berkelanjutan.


(Empat guru besar yang ditemui awak media sebelum dikukuhkan pada hari Selasa besok)

Prof. Fadly Usman memaparkan Model KOSTAL sebagai strategi mitigasi bencana di kawasan pesisir. Model ini menekankan peningkatan kapasitas masyarakat siaga tsunami dengan dukungan teknologi peringatan dini yang terjangkau dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh desa.

Di bidang kualitas air dan lingkungan, Prof. Riyanto Haribowo memperkenalkan konsep River Index untuk menilai kualitas perairan tropis dengan mengintegrasikan mikroplastik, parameter fisik-kimia air, serta tata guna lahan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kebijakan pengelolaan perairan berkelanjutan.

Adapun Prof. Achmad Efendi mengembangkan Mixed Model, yakni penggabungan Principal Component Analysis (PCA) dan Independent Component Analysis (ICA) untuk optimasi klasifikasi data. Model ini dinilai lebih efisien secara komputasi dan berpotensi diterapkan pada berbagai bidang, mulai dari kesehatan hingga data sosial.

Dengan pengukuhan ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran akademisi sebagai penghasil inovasi dan solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai tantangan nasional dan global. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top