👁 555 views since January 3, 2026

Sambut HUT ke-53, DPC PDI Perjuangan Kota Malang Perkenalkan Struktur Baru

Jurnalismalang – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan ke-53, DPC PDI Perjuangan Kota Malang memperkenalkan struktur kepengurusan baru periode 2025–2030 yang akan menjadi motor penggerak kerja-kerja kerakyatan partai selama lima tahun ke depan. Perkenalan struktur ini dilaksanakan pada Rabu, 3 Januari 2026, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, setelah seluruh jajaran struktur melaksanakan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar.

Ziarah tersebut dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada Proklamator sekaligus peneguhan komitmen ideologis partai. DPC PDI Perjuangan Kota Malang menegaskan bahwa Marhaenisme Bung Karno—yang berpihak pada wong cilik dan kaum marhaen—tetap menjadi roh perjuangan dan landasan moral setiap kerja politik PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa penguatan ideologi harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas organisasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi.

“Di awal kepengurusan ini, kami menyiapkan sebuah platform dan e-card yang dapat digunakan kader, bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai sarana kerja dan penguatan kemandirian organisasi. Platform ini menjadi bagian dari e-mobility partai agar kader bisa bergerak, berkoordinasi, dan bekerja lebih efektif,” ujar Amithya.

Peneguhan ideologi dan penguatan sistem organisasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kaderisasi lintas generasi.

DPC PDI Perjuangan Kota Malang memandang Generasi Z dan Generasi Alpha sebagai subjek penting perjuangan politik ke depan. Kaum muda didorong untuk terlibat aktif, kritis, dan kreatif dalam kerja-kerja pengorganisasian rakyat serta perumusan gagasan kebijakan publik.

Struktur kepengurusan baru yang berjumlah 15 orang diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi hadir sebagai kekuatan politik yang benar-benar bekerja di tengah masyarakat. PDI Perjuangan menegaskan komitmennya sebagai partai wong cilik yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil, pekerja, dan kelompok marjinal di Kota Malang.

Dalam konteks pelibatan generasi muda, Amithya menekankan bahwa kerja politik harus menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian, bukan sekadar mobilisasi.

“Kerja partai adalah ruang pendidikan politik. Anak-anak muda tidak boleh hanya dijadikan objek, tetapi harus menjadi mitra strategis perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, DPC PDI Perjuangan Kota Malang akan memperkuat bonding antara struktur partai dan masyarakat, termasuk komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa, dan kelompok kreatif. Seluruh program partai diharapkan berangkat dari kebutuhan riil warga.

Peran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang juga ditegaskan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berorientasi pada kepentingan publik.

Ke depan, DPC PDI Perjuangan Kota Malang akan melakukan konsolidasi menyeluruh dan membuka ruang dialog bersama simpatisan serta pemangku kepentingan, khususnya generasi muda. Konsolidasi ini diarahkan untuk menjawab tantangan kekinian seperti lapangan kerja, pendidikan, lingkungan hidup, dan transformasi digital.

Melalui pengenalan struktur baru ini, DPC PDI Perjuangan Kota Malang meneguhkan komitmennya untuk menjaga marwah partai sebagai kekuatan politik yang membumi, inklusif lintas generasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai Bung Karno serta garis ideologis PDI Perjuangan. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top