👁 631 views since Juli 3, 2026

Dosen STIE Malangkuçeçwara Bekali Pelaku UMKM Balearjosari Manajemen Keuangan dan Strategi Live TikTok

Kota Malang Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIE Malangkuçeçwara Malang memberikan pelatihan intensif kepada 16 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dari warga kelompok usaha produktif Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada penguatan tata kelola keuangan internal serta akselerasi pemasaran digital guna mendongkrak daya saing pelaku usaha lokal.

​Anggota Tim LPPM STIE Malangkuçeçwara, Hanif Mauludin, menjelaskan bahwa para peserta yang terlibat merupakan pelaku industri kreatif yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kerajinan tangan, kuliner makanan dan minuman, hingga pemanfaatan kain bekas menjadi kain perca yang bernilai ekonomis.

​”Pelatihan kali ini diikuti sebanyak 16 pelaku usaha. Mereka bergerak di bidang kerajinan, makanan, minuman, dan pemanfaatan kain bekas menjadi kain perca,” kata Hanif Mauludin.

​Sebelum merancang materi pelatihan, tim LPPM terlebih dahulu melakukan pemetaan komprehensif terhadap berbagai persoalan mendasar yang selama ini kerap menyumbat perkembangan UMKM di wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukkan adanya tiga kendala utama, yaitu pada aspek manajemen keuangan, jangkauan pemasaran, serta keterbatasan kapasitas produksi.

​Pada fase awal, intervensi difokuskan pada pembenahan tata kelola laporan keuangan baku. Hanif mengungkapkan bahwa mayoritas pelaku usaha mandiri masih mengalami kesulitan dalam mengkalkulasi Harga Pokok Penjualan secara presisi, yang berujung pada kekeliruan penentuan harga jual produk di pasar.

​”Dari pelatihan ini mereka mulai memahami cara menyusun laporan keuangan, menentukan HPP, hingga memisahkan pembukuan usaha dengan keuangan keluarga,” ujarnya.

​Setelah memperkuat fondasi keuangan, program kerja dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas penetrasi pasar digital. Dinamika perubahan perilaku konsumen yang kini sangat mengandalkan ekosistem digital menuntut para pelaku pelaku usaha kreatif untuk cekatan menguasai strategi berniaga lewat platform media sosial.

​Salah satu materi yang paling diminati adalah teknik siaran langsung atau live streaming di aplikasi TikTok sebagai sarana promosi dan penjualan interaktif. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya diajarkan fitur dasar aplikasi, melainkan juga dibekali aspek teknis pendukung seperti optimalisasi gawai, penataan pencahayaan dan latar belakang, hingga trik psikologis tampil percaya diri di depan kamera.

​”Pelaku UMKM sekarang ingin mengetahui bagaimana melakukan live di TikTok secara efektif. Materinya mencakup perangkat, teknologi, infrastruktur, hingga teknik tampil saat siaran langsung,” jelas Hanif Mauludin.

​Program pengabdian ini dipastikan tidak berhenti pada penyampaian teori di ruang kelas semata. Tim LPPM STIE Malangkuçeçwara berkomitmen untuk mengawal perkembangan seluruh peserta melalui rangkaian evaluasi berkala, pendampingan melekat, serta praktik langsung di lapangan.

​”Tahap pertama kami memberikan pengetahuan, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan dan praktik. Target akhirnya adalah pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau pasar baru,” imbuhnya.

​Pelaksanaan agenda ini merupakan pengejawantahan nyata dari pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui momentum ini, lembaga akademis dituntut untuk menghadirkan kontribusi konkret yang berdampak langsung dalam memecahkan problematika riil yang dihadapi oleh masyarakat ekonomi bawah.

​”Sebagai kampus bisnis, kami ingin memberikan kontribusi langsung kepada pelaku UMKM. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menjadi pembelajaran bagi dosen untuk memahami persoalan riil di lapangan sehingga solusi yang diberikan lebih relevan,” urai Hanif Mauludin.

​Mengenai dukungan sarana prasarana, pihak kampus saat ini masih memprioritaskan bantuan dalam bentuk bimbingan teknis dan transfer pengetahuan. Kendati demikian, pengadaan bantuan alat produksi penunjang akan terus diupayakan secara paralel melalui skema pengajuan hibah pengabdian masyarakat, termasuk memanfaatkan alokasi dana hibah dari kementerian terkait demi memaksimalkan potensi teknologi bagi UMKM binaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top