👁 760 views since March 11, 2026

Wali Kota Malang Imbau Warga Tak Panic Buying Jelang Lebaran

Jurnalismalang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan ketersediaan bahan pangan pokok di Kota Malang dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Hal tersebut disampaikan Wahyu usai melakukan peninjauan langsung bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang ke sejumlah titik distribusi pangan dan logistik, Rabu (11/3/2026).

Lima lokasi yang ditinjau antara lain Pasar Sawojajar, Hypermart Sawojajar, agen distributor di Pasar Besar Malang, Gudang Bulog Kantor Cabang Malang, serta Depo Pertamina Fuel Terminal Malang.

Menurut Wahyu, hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pokok, LPG hingga BBM dalam kondisi aman.

“Saya meminta masyarakat tidak terpengaruh isu-isu yang membuat panic buying. Kami sudah meninjau mulai dari pasar, distributor, gudang Bulog hingga Pertamina. Ketersediaan BBM, LPG dan bahan pokok aman, tidak ada kelangkaan,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkot Malang bersama TPID juga telah melakukan pemantauan di tingkat hulu dengan meninjau petani dan peternak pada 4 Maret lalu. Kali ini pemantauan difokuskan di tingkat hilir, yakni pedagang pasar dan distributor.

Dari hasil pantauan di Pasar Sawojajar, harga sejumlah komoditas masih relatif terkendali. Daging ayam ras berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, daging sapi Rp115 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, cabai rawit hijau Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, serta beras premium sekitar Rp74 ribu hingga Rp75 ribu per lima kilogram.

Meski demikian, Wahyu mengakui harga cabai mengalami kenaikan akibat faktor cuaca yang memengaruhi produksi petani.

“Ada kenaikan yang cukup signifikan terutama pada cabai karena faktor cuaca. Nanti akan kami rapatkan dengan TPID untuk mencari skenario menekan harga, termasuk menghidupkan kembali Warung Tekan Inflasi,” jelasnya.

Selain pasar tradisional, rombongan juga meninjau Gudang Bulog di kawasan Gadang. Berdasarkan informasi dari pihak Bulog, stok beras pemerintah dinilai sangat mencukupi.

“Kepala Bulog menyampaikan stok beras kita aman hingga sekitar 10 bulan ke depan. Termasuk beras SPHP dan bantuan pangan sudah siap untuk disalurkan,” ungkapnya.

Pemantauan juga dilakukan di Depo Pertamina Fuel Terminal Malang untuk memastikan pasokan BBM tetap aman menjelang Lebaran. Wahyu menegaskan tidak ada kelangkaan BBM seperti isu yang beredar di masyarakat.

“Pertamina menjelaskan distribusi BBM diatur dengan sistem pengisian ulang berkala. Jadi sebelum stok habis sudah ada suplai kembali. Bahkan jika ada kondisi tertentu saat Idul Fitri, Pertamina siap menyalurkan BBM hingga ke pelanggan menggunakan armada motor,” katanya.

Wahyu pun meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok. Ia menegaskan Pemkot Malang bersama TPID akan terus memantau stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar menjelang Lebaran. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top