👁 503 views since Juli 14, 2026

Program Seribu Event Pemkot Malang Sukses Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Kunjungan Wisatawan

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menjadi Keynote Speaker Dalam Temu Mitra Pariwisata Kota Malang di Kantor KNPI kota Malang (Foto : Redaksi Jurnalis Malang)

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menjadi Keynote Speaker Dalam Temu Mitra Pariwisata Kota Malang di Kantor KNPI kota Malang (Foto : Redaksi Jurnalis Malang)

Kota Malang – Pemerintah Kota Malang menilai implementasi program Kota Malang 1.000 Event di kota Malang yang dicanangkan oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. sangat efektif dalam mendorong akselerasi pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan denyut nadi perekonomian daerah.

Langkah taktis ini diwujudkan lewat komitmen pemerintah daerah yang memberikan berbagai kemudahan administratif bagi para penyelenggara kegiatan, mulai dari pemangkasan birokrasi perizinan hingga dukungan akomodatif lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

​Wali Kota Malang, Dt. Ir. Wahyu Hidayat, MM., menjelaskan bahwa performa sektor pariwisata di Kota Malang menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan hingga pertengahan tahun ini. Lonjakan volume kunjungan pelancong secara otomatis menciptakan dampak berganda bagi berbagai lini usaha produktif masyarakat setempat.

​“Ini komunitas pariwisata, jejaring pariwisata yang ada di Kota Malang. Sampai bulan Juni kemarin ada perkembangan yang signifikan. Dampaknya dirasakan masyarakat, mulai hotel, transportasi, UMKM, restoran hingga sektor lainnya,” ujar Wahyu Hidayat saat menjadi pembicara utama dalam agenda Temu Mitra Pariwisata Kota Malang di Gedung KNPI pagi hari tadi, Selasa (14/07/2026).

​Menurutnya, peningkatan kunjungan wisata ini berkontribusi aktif dalam mempertebal pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah. Oleh karena itu, jajaran pemerintah daerah merangkul seluruh pemangku kepentingan industri kreatif untuk bersama-sama menjaga kondusivitas iklim pariwisata. Program 1.000 Event inilah yang menjadi magnet utama untuk menarik minat para promotor nasional agar melirik Kota Malang sebagai lokasi pelaksanaan acara skala besar.

​“Kami memberikan kemudahan, terutama perizinan dan dukungan dari OPD terkait maupun pihak keamanan. Kalau persyaratannya memang tidak perlu dipersulit, kenapa harus dipersulit. Yang penting mereka mau mengadakan kegiatan di Kota Malang,” tegasnya.

​Berdasarkan klasifikasi data di lapangan, ragam agenda yang paling mendominasi serapan pasar bertumpu pada sektor wisata olahraga atau sport tourism. Tren positif tersebut kemudian disusul oleh intensitas kegiatan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition, konferensi ilmiah, hingga pertunjukan konser musik berskala nasional.

​Wahyu Hidayat menambahkan, para delegasi dan peserta yang datang tidak sekadar menghadiri agenda formal utama, melainkan turut membelanjakan modal mereka untuk menikmati eksotisme destinasi lokal, mulai dari berburu kuliner, mengunjungi kampung tematik, menyusuri koridor Kayutangan Heritage, hingga berbelanja di pasar tradisional yang kini telah bertransformasi menjadi jujugan pelancong.

​“Mereka datang tidak hanya untuk event, tetapi juga menikmati pariwisata, kuliner, oleh-oleh, kampung tematik, Kayutangan Heritage, Pasar Oro-Oro Dowo maupun Pasar Klojen. Inilah multiplier effect yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

​Selaras dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Baihaqi memaparkan bahwa program strategis ini terbukti sahih mendongkrak performa industri pariwisata serta pendapatan kas daerah secara riil.

​Merujuk pada data otentik realisasi APBD Tahun Anggaran 2025, total penerimaan fiskal daerah yang bersumber dari sektor penunjang pariwisata seperti pajak perhotelan, restoran, reklame, hingga lini usaha makanan dan minuman sukses menembus angka fantastis.

​“Saya berbicara berdasarkan data realisasi, bukan target. Realisasinya sekitar Rp369 miliar. Ini membuktikan bahwa 1.000 Event berdampak terhadap pelaku industri pariwisata sekaligus meningkatkan PAD Kota Malang,” urai Baihaqi.

​Ia menggarisbawahi bahwa mayoritas kegiatan olahraga yang terselenggara di Kota Malang justru diinisiasi secara mandiri oleh pihak swasta dan komunitas. Peran strategis Pemkot Malang di sini adalah hadir sebagai fasilitator yang menjamin kelancaran legalitas perizinan dan keamanan jalannya acara.

​Hingga periode lima bulan pertama tahun 2026, akumulasi kunjungan pelancong ke Kota Malang tercatat sudah menyentuh angka 1,4 juta jiwa, dari proyeksi target makro sebesar 3,4 juta kunjungan hingga penutupan akhir tahun nanti.

​Guna memperpanjang durasi tinggal para pelancong, Disporapar terus merancang berbagai inovasi berkala. Strategi tersebut mencakup penguatan manajemen kampung wisata, perbaikan mutu layanan para pelaku usaha jasa pariwisata, hingga penandatanganan kemitraan strategis bersama jaringan biro perjalanan wisata guna menyediakan opsi paket liburan yang lebih variatif di Kota Malang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top