{"id":9521,"date":"2022-01-13T06:12:31","date_gmt":"2022-01-13T06:12:31","guid":{"rendered":"http:\/\/jurnalismalang.com\/?p=9521"},"modified":"2022-01-13T06:12:31","modified_gmt":"2022-01-13T06:12:31","slug":"kota-malang-mulai-laksanakan-vaksinasi-booster","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2022\/01\/13\/kota-malang-mulai-laksanakan-vaksinasi-booster\/","title":{"rendered":"Kota Malang Mulai Laksanakan Vaksinasi Booster"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang \u2013 Kota Malang telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk dosis ketiga atau vaksinasi booster pada Kamis (13\/1\/2022). Sebanyak 50 warga lanjut usia (lansia) Kota Malang mengikuti vaksinasi booster perdana yang bertempat di Aula Bersama Lantai 4 Mini Block Office Balaikota Malang. Pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang telah ada serta memperpanjang masa perlindungan.<\/p>\n<p>\u201cSaya minta kepada masyarakat Kota Malang, ini ditangkap dengan baik. Karena kita belum tahu kapan pandemi ini berakhir. Maka diputuskan perlunya booster ini untuk menguatkan vaksin satu dan vaksin dua. Sehingga nanti herd immunity terbangun dengan baik,\u201d tutur Walikota Malang, Drs. H. Sutiaji, saat membuka dan memberikan arahan pada kegiatan Pencanangan Vaksinasi Dosis Ketiga (Booster) Bagi Masyarakat Kota Malang.<\/p>\n<p>Walikota Sutiaji menerangkan bahwa Kota Malang menjadi salah satu daerah yang telah diperkenankan melaksanakan vaksinasi booster. \u201cTidak semua daerah boleh melakukan booster, yang boleh itu yang capaian vaksin pertama 70 persen dan capaian vaksin kedua di angka 60 persen,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Walikota Sutiaji turut  menjelaskan bahwa vaksin booster akan diberikan kepada masyarkat Kota Malang secara gratis.  \u201cDulu kan masih debatable, berbayar atau tidak. Tapi kita sudah memutuskan bahwa ini kewajiban negara hadir untuk kepentingan masyarakat, maka sekarang tidak berbayar,\u201d jelas Walikota Sutiaji.<\/p>\n<p>Juga diutarakan olehnya bahwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan mengupayakan ketersediaan dosis vaksin booster agar cukup diberikan kepada masyarakat. \u201cSaat ini yang tersedia 60 ribu sampai 70 ribu dosis. Sudah tidak perlu ada kegelisahan dan kekhawatiran tidak dapat (vaksin booster). Semua akan terpenuhi. Karena sudah disampaikan negara bahwa booster ini dibutuhkan. Maka keterediaannya itu akan disiapkan.<br \/>\nNantinya, pemberian vaksin booster ini akan menggunakan jenis Pfizer dan AstraZeneca,\u201d tegas Walikota Sutiaji. <\/p>\n<p>Mengingat pandemi yang belum berakhir, orang nomor satu di Kota Malang ini turut berpesan kepada masyarakat agar berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. \u201cKalau sudah mendapat booster, jangan tidak pakai masker, tidak protokol kesehatan, cuci tangan diabaikan, berkerumun seenaknya. Karena booster ini menjadi salah satu upaya agar kita terhindar dari Covid-19, itu yang penting,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>Terakhir Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pelaksanaan booster pada Januari ini akan mendahulukan lansia dan masyarakat rentan. \u201cSehingga pada hari ini kami mengundang yang masuk dalam kategori lansia,\u201d katanya. Ia juga menjelaskan bahwa vaksinasi dosis ketiga untuk masyarakat akan dimulai pada Senin depan (17\/1\/2022). Dan akan didistribusikan melalui faskes di berbagai lokasi guna memudahkan masyarakat dalam menjangkaunya. \u201cPelaksanaan berikutnya untuk warga masyarakat Kota Malang, kita distribusikan ke faskes-faskes yang berwenang. Diantaranya 16 puskesmas, 20 rumah sakit, dan 45 klinik,\u201d pungkas Husnul. (sfr\/DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang \u2013 Kota Malang telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk dosis ketiga atau vaksinasi booster pada Kamis (13\/1\/2022). Sebanyak 50 warga lanjut usia (lansia) Kota Malang mengikuti vaksinasi booster perdana yang bertempat di Aula Bersama Lantai 4 Mini Block Office Balaikota Malang. Pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang telah ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9522,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-9521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":42,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9521"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9521\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9523,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9521\/revisions\/9523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}