{"id":2751,"date":"2018-10-31T03:43:07","date_gmt":"2018-10-31T03:43:07","guid":{"rendered":"http:\/\/jurnalismalang.com\/?p=2751"},"modified":"2018-10-31T03:43:07","modified_gmt":"2018-10-31T03:43:07","slug":"ratusan-siswa-sd-kabupaten-malang-mendapat-bantuan-kaca-mata-dari-lions-club-cabang-malang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2018\/10\/31\/ratusan-siswa-sd-kabupaten-malang-mendapat-bantuan-kaca-mata-dari-lions-club-cabang-malang\/","title":{"rendered":"Ratusan siswa SD kabupaten Malang Mendapat Bantuan Kaca Mata dari Lions Club&#8217; Cabang Malang"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Sebanyak 500 siswa Sekolah Dasar (SD) dan di Kabupaten Malang\u00a0 mendapatkan pelayanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis. Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Malang\u00a0 dengan Lions Club Malang Brawijaya. Bahkan dalam acara itu juga dilakukan pemberian pengetahuan pemeriksaan mata bagi\u00a0guru.<\/p>\n<p>Ratna Kumala mengatakan, bahwa program resmi lions club&#8217; Indonesia ini adalah aksi sosial kepedulian terhadap dunia pendidikan kami perwakilan lions club&#8217; Brawijaya tahun ini memberikan kaca mata gratis di\u00a0 kabupaten Malang sebanyak 500 siswa sekolah dasar.<\/p>\n<p>Sebelumnya Lions Club&#8217; Malang juga sudah memberikan bantuan kaca mata bagi siswa sekolah dasar di Kota Batu .<\/p>\n<p>Kabupaten Malang\u00a0sendiri mendapat bantuan kaca mata melalui dua gelombang\u00a0dimana pada gelombang pertama tanggal\u00a027 September 2018 siswa yang diperiksa mata ada 300 an yang mendapatkan kaca langsung 223 sisanya diberikan pada saat digelombang kedua saat ini Selasa (30\/10\/2018) .<\/p>\n<p>&#8220;Hari ini kita periksa 300 siswa digelombang pertama, tetapi ada 48 siswa yang belum mendapatkan bantuan kacamata, dimana sisanya nanti akan diberikan pada pemeriksaan di gelombang kedua,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Persyaratan mendapatkan kaca mata Lions Club&#8217; tidak menenentukan syarat, tetapi\u00a0Lions bekerjasama dengan\u00a0PGRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memproses siswa yang membutuhkan.<\/p>\n<p>&#8220;Agar anak &#8211; anak sekolah cerah bisa\u00a0 melihat papan tulis\u00a0dengan baik,\u00a0generasi bangsa lebih cerah demi bangsa ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dwi Soetjipto ketua persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI ) Kabupaten Malang mengatakan, kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk membantu kebutuhan anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan mata. Bahkan juga memberikan pengetahuan tentang pencegahan gangguan mata sejak dini, sebab saat ini perkembangan teknologi elektronik memiliki dampak positif dan negatif bagi generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu dampak negatifnya adalah terhadap kesehatan mata anak-anak, terutama mereka yang gemar bermain komputer dan teknologi lainnya tanpa mengenal waktu. akibatnya, banyak yang terganggu kesehatan matanya.\u201d tegas Dwi Soetjipto.<\/p>\n<p>Ketua PGRI Kabupaten Malang menambahkan,\u00a0 kesehatan mata perlu tetap dijaga dengan baik karena menjadi jendela ilmu dan pengetahuan bagi generasi bangsa, khususnya kesehatan mata di masa-masa usia pendidikan sangat menentukan nasib bangsa.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, saya berterima kasih atas kepedulian Lions Club Brawijaya Malang\u00a0 yang menggelar pemeriksaan mata gratis ini, disertai dengan pemberian kacamata gratis bahkan program itu menginspirasi organisasi lainnya, untuk mengambil peran serta dalam membangun di semua bidang.\u201d imbuhnya. (Yon\/DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Sebanyak 500 siswa Sekolah Dasar (SD) dan di Kabupaten Malang\u00a0 mendapatkan pelayanan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis. Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan Kabupaten Malang\u00a0 dengan Lions Club Malang Brawijaya. Bahkan dalam acara itu juga dilakukan pemberian pengetahuan pemeriksaan mata bagi\u00a0guru. Ratna Kumala mengatakan, bahwa program resmi lions club&#8217; Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2751","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"views":78,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2751"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2754,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2751\/revisions\/2754"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}