{"id":18594,"date":"2026-06-28T18:18:11","date_gmt":"2026-06-28T11:18:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=18594"},"modified":"2026-07-16T22:47:43","modified_gmt":"2026-07-16T15:47:43","slug":"dprd-kota-malang-dan-lpmk-klojen-perkuat-kolaborasi-dorong-perencanaan-pembangunan-lebih-terpadu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2026\/06\/28\/dprd-kota-malang-dan-lpmk-klojen-perkuat-kolaborasi-dorong-perencanaan-pembangunan-lebih-terpadu\/","title":{"rendered":"DPRD Kota Malang dan LPMK Klojen Perkuat Kolaborasi, Dorong Perencanaan Pembangunan Lebih Terpadu"},"content":{"rendered":"<p><strong>MALANGKOTA<\/strong> \u2013 Penguatan komunikasi antara legislatif dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci agar program pembangunan di Kota Malang berjalan lebih tepat sasaran. Karena itu, dua anggota DPRD Kota Malang dari Daerah Pemilihan Klojen, Bayu Rekso Aji dan Arief Wahyudi, menggelar forum dialog bersama Forum Komunikasi LPMK yang diikuti seluruh Ketua LPMK se-Kecamatan Klojen.<\/p>\n<p>Pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap empat bulan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai persoalan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-18497\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"721\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206.jpeg 1600w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-300x135.jpeg 300w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-1024x461.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-768x346.jpeg 768w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-1536x692.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-800x361.jpeg 800w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823206-1000x451.jpeg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>Berbagai isu strategis mengemuka dalam diskusi, mulai dari infrastruktur, fasilitas publik, hingga koordinasi antarinstansi dalam menjalankan program pembangunan. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah lambatnya penyelesaian Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Malang dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam forum, penyusunan dokumen kerja sama tersebut baru mencapai sekitar 30 persen, meski proses koordinasi telah berlangsung hampir sepuluh bulan. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada tertundanya sejumlah program penting, seperti penataan kawasan sungai, peningkatan sistem drainase, serta upaya pengendalian banjir.<\/p>\n<p>Peserta forum juga menilai perlunya penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah agar berbagai usulan pembangunan yang melibatkan lebih dari satu wilayah kelurahan dapat ditangani secara terpadu. Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dinilai penting dalam menyinergikan berbagai kebutuhan tersebut ke dalam perencanaan pembangunan daerah.<\/p>\n<p>Menurut mereka, sejumlah persoalan perkotaan, khususnya yang berkaitan dengan tata ruang dan lingkungan, tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Dibutuhkan pendekatan kolaboratif agar kebijakan pembangunan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menegaskan forum komunikasi bersama LPMK bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah. Melalui dialog langsung, berbagai persoalan di tingkat kelurahan dapat dipetakan sejak dini sehingga penyelesaiannya bisa diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-18499\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205.jpeg 1600w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-300x169.jpeg 300w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-768x432.jpeg 768w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-800x450.jpeg 800w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002823205-1000x563.jpeg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Sinergi antara DPRD dan LPMK harus terus diperkuat. LPMK adalah mitra strategis yang memahami kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. Dengan komunikasi yang rutin, berbagai persoalan dapat diidentifikasi lebih awal, dikawal bersama, dan diperjuangkan agar menjadi prioritas pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,&#8221; ujar Bayu.<\/p>\n<p>Ia berharap komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan antara DPRD dan LPMK mampu memperkuat kualitas perencanaan pembangunan di Kota Malang. Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap penyusunan program, berbagai kebijakan yang dihasilkan diharapkan lebih sesuai dengan kebutuhan riil warga sekaligus mampu mempercepat penyelesaian persoalan di tingkat lingkungan. <strong>(Red)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANGKOTA \u2013 Penguatan komunikasi antara legislatif dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci agar program pembangunan di Kota Malang berjalan lebih tepat sasaran. Karena itu, dua anggota DPRD Kota Malang dari Daerah Pemilihan Klojen, Bayu Rekso Aji dan Arief Wahyudi, menggelar forum dialog bersama Forum Komunikasi LPMK yang diikuti seluruh Ketua LPMK se-Kecamatan Klojen. Pertemuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[171,379],"class_list":["post-18594","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-dprd-kota-malang","tag-lpmk"],"views":39,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18594","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18594"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18614,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18594\/revisions\/18614"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}