{"id":18385,"date":"2026-06-08T14:18:23","date_gmt":"2026-06-08T07:18:23","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=18385"},"modified":"2026-06-08T22:00:19","modified_gmt":"2026-06-08T15:00:19","slug":"solusi-ai-untuk-bansos-dan-sekolah-rakyat-masuk-radar-menteri-ub-dan-komdigi-pertaruhkan-hasil-inovasi-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2026\/06\/08\/solusi-ai-untuk-bansos-dan-sekolah-rakyat-masuk-radar-menteri-ub-dan-komdigi-pertaruhkan-hasil-inovasi-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Solusi AI untuk Bansos dan Sekolah Rakyat Masuk Radar Menteri, UB dan Komdigi Pertaruhkan Hasil Inovasi Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p><strong style=\"font-size: 1em;\">Kota Malang<\/strong><span style=\"font-size: 1em;\"> \u2013 Pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk sektor pelayanan publik mulai bergerak dari ruang kelas menuju agenda strategis nasional. Universitas Brawijaya (UB) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini tengah mengembangkan dua solusi AI yang menyasar persoalan krusial, yakni pengelolaan Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial (bansos).<\/span><\/p>\n<p>Isu tersebut mengemuka dalam Workshop 3 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang melibatkan Komdigi, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini tidak lagi sekadar menjadi ajang pembelajaran teknologi bagi mahasiswa, melainkan mulai diarahkan sebagai laboratorium kebijakan publik berbasis AI.<\/p>\n<p>Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi, Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng., mengungkapkan bahwa dua proyek yang sedang dikerjakan peserta AITF UB memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Tahun ini di Universitas Brawijaya, khususnya pada batch kedua, menyelesaikan use case yang sangat penting terkait pelayanan masyarakat, yaitu sekolah rakyat dan bantuan sosial yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Use case ini sangat ditunggu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Said, perkembangan proyek AI tersebut telah menarik perhatian sejumlah kementerian. Bahkan solusi AI untuk bansos disebut sudah menjadi pembahasan di tingkat menteri dan berpotensi dikembangkan dalam skala nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Solusi AI untuk bansos pun sudah menjadi pembicaraan di tingkat menteri. Sehingga itu bisa diangkat ke level nasional untuk dikerjakan pada batch-batch berikutnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama program AITF bukan lagi sekadar menghasilkan prototipe teknologi, tetapi membuktikan bahwa AI mampu menjawab persoalan klasik birokrasi seperti akurasi data penerima bantuan, efektivitas distribusi program sosial, hingga pengelolaan sistem pendidikan berbasis digital.<\/p>\n<p>Komdigi dan UB pun menaruh ekspektasi tinggi terhadap hasil pengembangan yang dilakukan mahasiswa. Terlebih, proyek AITF di UB memiliki bobot akademik besar dan dikerjakan secara penuh oleh peserta selama satu semester.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sudah sampaikan kepada mahasiswa bahwa inovasi AITF ini dihitung dalam bobot SKS yang besar. Mahasiswa full mengerjakan solusi ini, sehingga harapan kita hasilnya juga luar biasa,&#8221; ujar Said.<\/p>\n<p>Memasuki Workshop 3, peserta ditargetkan telah menyelesaikan sekitar 90 persen pekerjaan. Menjelang tahap akhir, penyelenggara bahkan menyiapkan program konsinyering atau karantina selama tiga hingga empat hari agar mahasiswa dapat fokus menyempurnakan produk AI yang dikembangkan.<\/p>\n<p>Langkah tersebut diambil karena hasil proyek akan dipresentasikan dalam Demo Day atau Graduation Day yang dijadwalkan berlangsung pada 29-30 Juni 2026 di Malang. Agenda tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah pejabat nasional, termasuk Menteri Sosial, Menteri Komunikasi dan Digital, Gubernur Jawa Timur, serta pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n<p>Said menegaskan bahwa ajang tersebut menjadi momentum penting untuk menguji apakah solusi yang dibangun benar-benar layak diterapkan dalam sistem pelayanan publik.<\/p>\n<p>&#8220;Ini sebenarnya pertaruhan UB dan Kementerian Komdigi terkait seberapa layak solusi AI yang saat ini sedang kita bangun bersama,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., menilai proyek yang sedang dikembangkan mahasiswa memiliki dampak yang jauh melampaui kepentingan akademik kampus. Menurutnya, solusi AI yang lahir dari program ini berpotensi menjadi fondasi transformasi layanan publik berbasis teknologi di masa depan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berharap kita semua memahami betapa pentingnya solusi AI yang dibuat saat ini. Karena ini akan menjadi cikal bakal pemanfaatannya, terutama untuk Sekolah Rakyat dan juga bantuan sosial,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa mahasiswa dan dosen pembimbing kini menghadapi tantangan besar untuk menyiapkan produk dan minimum viable product (MVP) yang mampu menunjukkan manfaat nyata ketika dipresentasikan di hadapan para menteri.<\/p>\n<p>&#8220;Ini merupakan pertaruhan kita. Bagaimana menyiapkan solusi AI beserta MVP yang dapat ditayangkan kepada para menteri yang akan diundang,&#8221; kata Sabriansyah.<\/p>\n<p>Program AITF sendiri menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi mulai diarahkan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi, tetapi juga mampu menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sosial. Melalui kolaborasi Komdigi, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, UB, ITS, dan UGM, pengembangan AI diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_18388\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-18388\" class=\"size-medium wp-image-18388\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-300x199.jpeg\" alt=\"Dekan FILKOM UB saat diwawancarai awak media pagi tadi (Foto : Agus Yuwono\/AdaDiMalang)\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-300x199.jpeg 300w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-1024x678.jpeg 1024w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-768x508.jpeg 768w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-800x530.jpeg 800w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806-1000x662.jpeg 1000w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1002738806.jpeg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><p id=\"caption-attachment-18388\" class=\"wp-caption-text\"><em>Dekan FILKOM UB saat diwawancarai awak media pagi tadi (Foto : Agus Yuwono\/AdaDiMalang)<\/em><\/p><\/div>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menyampaikan dalam pelaksanaan workshop ke tiga AITF kali ini\u00a0 sudah nampak progres yang cukup signifikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Rencananya nanti juga masih akan ada workshop terakhir yang keempat, sehingga nanti sudah ada produk yang bisa kita evaluasi bersama berkaitan dengan Sekolah Rakyat dan bantuan sosial dari Kementerian Sosial,&#8221; jelas Tri Astoto Kurniawan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tri Astoto mengaku mengikuti dan mencermati kegiatan workshop tersebut dan ada yang perlu disinkronkan antara persepsi klien, pengguna, dan yang dipahami oleh pengembang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Use case yang diberikan oleh Komdigi luar biasa sehingga mahasiswa kita dapat ikut terlibat dalam sebuah proyek real untuk memberikan fasilitas belajar mandiri ya meningkatkan kapasitas,&#8221; jelas Dekan Filkom UB. <span style=\"font-size: 1em;\">(<\/span><strong style=\"font-size: 1em;\">Red<\/strong><span style=\"font-size: 1em;\">)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Malang \u2013 Pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk sektor pelayanan publik mulai bergerak dari ruang kelas menuju agenda strategis nasional. Universitas Brawijaya (UB) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kini tengah mengembangkan dua solusi AI yang menyasar persoalan krusial, yakni pengelolaan Sekolah Rakyat dan penyaluran bantuan sosial (bansos). Isu tersebut mengemuka dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[54,55,53,50],"class_list":["post-18385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-ai","tag-aitf-filkom-ub","tag-filkom-ub","tag-ub"],"views":44,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18385"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18389,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18385\/revisions\/18389"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}