{"id":17345,"date":"2025-08-22T16:43:25","date_gmt":"2025-08-22T09:43:25","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=17345"},"modified":"2025-08-22T16:43:25","modified_gmt":"2025-08-22T09:43:25","slug":"dr-nur-imamah-raih-juara-2-diktendik-berprestasi-ub-2025-tegaskan-peran-dosen-sebagai-agen-perubahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2025\/08\/22\/dr-nur-imamah-raih-juara-2-diktendik-berprestasi-ub-2025-tegaskan-peran-dosen-sebagai-agen-perubahan\/","title":{"rendered":"Dr. Nur Imamah Raih Juara 2 Diktendik Berprestasi UB 2025, Tegaskan Peran Dosen sebagai Agen Perubahan"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com \u2013 Kabar membanggakan kembali hadir dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). Setelah mencetak prestasi gemilang di ajang GIRAFFE Award 2025, dua dosennya sukses meraih penghargaan bergengsi di ajang Diktendik Berprestasi UB 2025.<\/p>\n<p>Pada GIRAFFE Award, FIA UB berhasil meraih peringkat 1 Akreditasi Nasional &#038; Internasional serta peringkat 3 capaian kerja sama. Pencapaian itu makin lengkap dengan kemenangan dosen FIA UB, yaitu Prof. Dr. Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si., DBA. yang keluar sebagai Juara 1, dan Dr. Nur Imamah, S.AB., MAB., Ph.D. yang sukses meraih posisi Juara 2 Diktendik Berprestasi 2025.<\/p>\n<p>Bagi Nur Imamah, penghargaan tersebut adalah bentuk pengakuan atas dedikasi dan konsistensinya dalam pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat. Dengan mottonya \u201cMenjadi Dosen Bukan Hanya Profesi, Tapi Pengabdian Untuk Mencetak Masa Depan\u201d, ia menegaskan bahwa ilmu sosial humaniora tidak boleh berhenti di ruang akademik, melainkan harus hidup dan berdampak nyata di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cIlmu harus menggerakkan dan menyelesaikan persoalan. Itu komitmen saya sebagai bagian dari Perguruan Tinggi,\u201d tegasnya dalam video profil di kanal YouTube UB.<\/p>\n<p>Dosen Sebagai Jembatan Ilmu dan Masyarakat<\/p>\n<p>Nur Imamah percaya, dosen tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menjembatani ilmu dengan kebutuhan real masyarakat. Pandangan ini sejalan dengan visi UB sebagai kampus berdampak yang berkomitmen menghadirkan solusi bagi persoalan sosial, ekonomi, maupun budaya.<\/p>\n<p>Selama menjabat Ketua Departemen Bisnis FIA UB, ia membawahi tiga program studi strategis: Administrasi Bisnis, Pariwisata, dan Perpajakan. Di periode kepemimpinannya, berbagai capaian berhasil diraih, menjadi fondasi penting bagi masa depan pendidikan di UB. Ia mengaku bangga karena pada masa akhir jabatannya, departemen yang dipimpinnya mampu mengangkat nama UB di kancah nasional maupun internasional.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan harus menjadi pondasi unggul yang bisa membawa UB harum di kancah global,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Perluas Jejaring Global<\/p>\n<p>Sejalan dengan tekad UB menuju World Class University, Nur Imamah aktif memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi internasional. Ia menilai jaringan akademik bukan sekadar pelengkap, melainkan katalisator utama transformasi ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250822-WA0025.jpg\" alt=\"\" width=\"591\" height=\"643\" class=\"alignnone size-full wp-image-17347\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250822-WA0025.jpg 591w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/IMG-20250822-WA0025-276x300.jpg 276w\" sizes=\"auto, (max-width: 591px) 100vw, 591px\" \/><\/p>\n<p>Sejumlah kerja sama strategis telah ia bangun bersama universitas ternama dunia seperti Harvard University, Columbia University, Boston University, dan Framingham State University. Melalui program visiting professor, kerja sama riset, hingga forum ilmiah internasional, ia yakin ilmu sosial humaniora bisa menjangkau lebih luas dan melahirkan solusi lintas negara.<\/p>\n<p>\u201cSemuanya saya lakukan demi mewujudkan universitas yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu memberi kontribusi di kancah internasional,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pesan untuk Mahasiswa<\/p>\n<p>Selain berfokus pada riset dan kolaborasi, Nur Imamah menaruh perhatian besar pada generasi muda. Ia berpesan agar mahasiswa selalu belajar keras, tekun, dan berani berinovasi untuk menghadapi tekanan global yang semakin tinggi.<\/p>\n<p>\u201cMahasiswa jangan pernah lelah untuk berbagi ilmu. Salah satu tugas dosen adalah memberikan teladan untuk selalu belajar dan mewujudkan ilmu agar bermanfaat bagi masyarakat dan negara,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Menurutnya, mahasiswa harus melihat pendidikan bukan sekadar jalan menuju gelar, tetapi proses panjang untuk mencetak pemimpin masa depan yang solutif.<\/p>\n<p>Inspirasi dari FIA UB<\/p>\n<p>Prestasi Nur Imamah di ajang Diktendik Berprestasi 2025, ditambah capaian FIA UB di GIRAFFE Award, menjadi bukti nyata kiprah FIA sebagai salah satu fakultas unggulan di UB. Dengan kombinasi prestasi kelembagaan dan individu, FIA UB berhasil menunjukkan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia.<\/p>\n<p>Kisah sukses ini juga menegaskan bahwa peran dosen jauh melampaui ruang kelas: sebagai peneliti, inovator, sekaligus penghubung antara ilmu dan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat pengabdian, Dr. Nur Imamah berharap UB terus melahirkan karya besar yang tak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga memberi manfaat nyata di level global. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com \u2013 Kabar membanggakan kembali hadir dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB). Setelah mencetak prestasi gemilang di ajang GIRAFFE Award 2025, dua dosennya sukses meraih penghargaan bergengsi di ajang Diktendik Berprestasi UB 2025. Pada GIRAFFE Award, FIA UB berhasil meraih peringkat 1 Akreditasi Nasional &#038; Internasional serta peringkat 3 capaian kerja sama. Pencapaian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17346,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-17345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":57,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17345"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17349,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17345\/revisions\/17349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17346"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}