{"id":16799,"date":"2025-05-23T21:54:46","date_gmt":"2025-05-23T14:54:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=16799"},"modified":"2025-05-23T21:54:46","modified_gmt":"2025-05-23T14:54:46","slug":"empat-guru-besar-ub-usung-inovasi-strategis-untuk-ekonomi-daerah-laut-berkelanjutan-sensor-kesehatan-dan-konservasi-satwa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2025\/05\/23\/empat-guru-besar-ub-usung-inovasi-strategis-untuk-ekonomi-daerah-laut-berkelanjutan-sensor-kesehatan-dan-konservasi-satwa\/","title":{"rendered":"Empat Guru Besar UB Usung Inovasi Strategis untuk Ekonomi Daerah, Laut Berkelanjutan, Sensor Kesehatan, dan Konservasi Satwa"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang, Malang \u2014 Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan empat guru besar lintas disiplin dalam satu hari, menandai konsistensi kampus ini dalam menyumbangkan solusi ilmiah untuk berbagai tantangan nasional dan global. Keempatnya adalah Prof. Dwi Budi Santoso, Ph.D dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Gatut Bintoro, MSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Eng. Masruroh, S.Si., M.Si dari Fakultas MIPA, dan Prof. Nia Kurniawan, S.Si., M.P., D.Sc dari Fakultas MIPA.<\/p>\n<p>*Model Ekonomi Daerah Berbasis Data Konvergensi*<br \/>\nProf. Dwi Budi Santoso dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ekonomi Regional. Ia memperkenalkan model Klub Konvergensi Ganda (KKnDa) untuk memetakan pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan antardaerah berbasis dinamika pendapatan dan investasi.<\/p>\n<p>\u201cDengan KKnDa, kita bisa mengetahui dampak inovasi lokal terhadap produktivitas dan investasi secara lebih akurat,\u201d ujar Prof. Dwi Budi. Model ini diharapkan menjadi alat bantu penting bagi perencana daerah dalam mendesain strategi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.<\/p>\n<p>*Laut Berkelanjutan: Integrasi Ekologi, Ekonomi, dan Sosial*<br \/>\nProf. Gatut Bintoro memperkenalkan model PREES-UB yang menggabungkan pendekatan ekologi, ekonomi, dan sosial dalam pengelolaan perikanan tangkap. Ia menyoroti krisis kelautan akibat overfishing, IUU fishing, dan dampak perubahan iklim.<\/p>\n<p>\u201cPengelolaan yang baik tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang,\u201d jelasnya. Keterlibatan aktif masyarakat pesisir dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci keberhasilan model ini.<\/p>\n<p>*Teknologi Sensor Cerdas dari Lapisan Tipis*<br \/>\nProf. Masruroh dari Fakultas MIPA menyoroti teknologi lapisan tipis dalam pengembangan sensor untuk bidang kesehatan dan lingkungan. Teknologi ini memungkinkan desain sensor yang fleksibel, sensitif, dan hemat material.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070.jpg\" alt=\"\" width=\"1536\" height=\"1536\" class=\"alignnone size-full wp-image-16801\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070.jpg 1536w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-300x300.jpg 300w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-150x150.jpg 150w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-768x768.jpg 768w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-800x800.jpg 800w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/IMG-20250523-WA0070-1000x1000.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1536px) 100vw, 1536px\" \/><\/p>\n<p>\u201cLapisan tipis mampu bekerja di berbagai permukaan dan lingkungan, dari gas berbahaya hingga bioaerosol seperti bakteri dan virus,\u201d ujar Prof. Masruroh. Inovasi ini berpotensi besar dalam pengawasan kualitas udara dan diagnostik kesehatan berbasis sensor.<\/p>\n<p>*Konservasi Satwa Berbasis Evolusi: Taxvertree*<br \/>\nProf. Nia Kurniawan dikukuhkan sebagai guru besar bidang Taksonomi Vertebrata. Ia memperkenalkan TAXVERTREE, pendekatan integratif yang menggabungkan identifikasi morfologi, verifikasi genetik, dan analisis evolusi dalam klasifikasi spesies.<\/p>\n<p>\u201cModel ini membantu konservasi berdasarkan kekerabatan evolusioner, dan memperkuat validitas ilmiah melalui data objektif,\u201d jelasnya. Ia menyoroti pentingnya identifikasi akurat spesies asli Indonesia di tengah ancaman perdagangan ilegal dan data asing yang tak memahami keunikan fauna lokal.<\/p>\n<p>\u201cBanyak tas mewah berbahan kulit ular yang sumbernya dari Indonesia, tapi malah diekspor lewat Malaysia atau Singapura. Padahal ular dari Jawa punya karakter genetik berbeda\u2014ini harusnya jadi landasan hukum untuk penertiban,\u201d tegas Prof. Nia. Ia juga mengingatkan pentingnya pelestarian ekosistem utuh, karena \u201ckatak yang dimakan ular pun bagian dari rantai penting dan harus tercatat dalam sistem seperti Taxvertree.\u201d<\/p>\n<p>Keempat profesor ini menunjukkan bahwa kontribusi keilmuan tidak hanya berhenti di ruang kuliah, tetapi terus bergerak untuk menjawab tantangan nyata: dari ketimpangan ekonomi, krisis perikanan, hingga ancaman terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang, Malang \u2014 Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan empat guru besar lintas disiplin dalam satu hari, menandai konsistensi kampus ini dalam menyumbangkan solusi ilmiah untuk berbagai tantangan nasional dan global. Keempatnya adalah Prof. Dwi Budi Santoso, Ph.D dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Gatut Bintoro, MSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-16799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":73,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16799"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16799\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16802,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16799\/revisions\/16802"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}