{"id":1670,"date":"2017-07-30T09:30:17","date_gmt":"2017-07-30T09:30:17","guid":{"rendered":"http:\/\/jurnalismalang.com\/?p=1670"},"modified":"2017-07-30T09:30:17","modified_gmt":"2017-07-30T09:30:17","slug":"segar-dengan-lagu-baru-bangkitkan-mars-legendaris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2017\/07\/30\/segar-dengan-lagu-baru-bangkitkan-mars-legendaris\/","title":{"rendered":"Segar dengan Lagu Baru, \u2018Bangkitkan\u2019 Mars Legendaris"},"content":{"rendered":"<p>Malang &#8211; Tak salah bila \u2018Kembali Berpesta\u2019 dijamin bakal mengobati kerinduan fans d\u2019Kross. Membawa warna musik yang lebih segar dengan memadukan genre punk dan ska dalam album barunya ini, seolah membuktikan semakin matangnya ekplorasi musikalitas band komunal tersebut selama 11 tahun eksistensinya di belantika musik Tanah Air.<\/p>\n<p>Meski begitu, bukan berarti band yang selama ini kental nuansa rock itu berubah haluan 180 derajat. Justru lewat album baru ini, Ined dkk sukses mentransformasi musik rock menjadi lebih \u2018kaya\u2019 dengan kolaborasi aneka genre secara smooth dan tetap enerjik. Penggarapannya pun menggandeng gitaris kenamaan dari ibukota, Noldy Benyamin Pamungkas. <\/p>\n<p>Fill gitar yang meraung dan melengking dengan ciri khas distorsi dan reverb kental ala Noldy akan menjadi \u2018roh\u2019 di album berdesain colorfull tersebut. <\/p>\n<p>Selain hits single \u2018Kembali Berpesta\u2019, lagu baru lain yang masih kental nuansa Malangan adalah \u2018Sing Tawur Ngesroh\u2019.<\/p>\n<p>\u201cPesan moral dari lagu itu sebenarnya cukup sederhana. Jadi dalam menyelesaikan masalah, tidak harus dengan kekerasan. Sekarang sudah bukan zamannya tawuran. Justru sekarang saatnya generasi muda bergaul melalui banyak kegiatan positif,\u201d ulas Yokiwuz, vokalis d\u2019Kross.<\/p>\n<p>Di samping sejumlah lagu anyar lain bernuansa ska seperti \u2018Tamasya\u2019, \u2018Best Friends Forever\u2019 dan \u2018Jomblo Ngenes (Jones)\u2019, beberapa repackage dari tembang lawas ikut melengkapi deretan track di album ini.<\/p>\n<p>Salah satu yang menarik adalah aransemen ulang lagu legendaris \u2018Malang Kota Subur\u2019 dengan nuansa punk-rock. Para musisi dan kritikus pun mengapreasi positif langkah d\u2019Kross mengangkat kembali lagu tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSatu upaya yang baik dari d\u2019Kross untuk membangkitkan kembali memori publik tentang lagu legendaris ini. Bahkan sebetulnya, masih banyak lagu legendaris lain yang seharusnya diketahui oleh generasi muda Kota Malang saat ini,\u201d ungkap musisi senior, Mamek HS.<\/p>\n<p>Menurut Mamek, hal ini bisa berdampak positif menjadi stimultan bagi pemerintah kota untuk menggiatkan kembali kecintaan anak didik terhadap daerahnya.<\/p>\n<p>\u201cJadi mereka diajarkan lagi untuk bangga menjadi arek Malang lewat lagu-lagu ini. Selain berisi pesan moral yang baik, lagu tersebut sekaligus menjadi media untuk mempromosikan Kota Malang,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>\u201cKarena Malang itu barometer musik nasional. Kalau sepakbola Malang bisa menjadi besar, jadi saatnya musik Bhumi Arema juga kembali berjaya,\u201d timpal bapak dua anak itu.<\/p>\n<p>Pendapat senada juga dilontarkan Danar Rahadian. Musisi senior Malang itu menilai lagu \u2018Malang Kota Subur\u2019 sebagai sebuah identitas yang melekat pada masyarakat. <\/p>\n<p>\u201cJadi kalau ditarik mundur, lagu itu seolah menjadi lagu wajib anak sekolah sejak era 70\u2019an. Bagi generasi saat ini, mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Padahal bagi generasi kami dulu, sampai sekarang pun liriknya masih melekat kuat di kepala,\u201d kenang pria yang juga dikenal sebagai instruktur dan pengawas keselamatan kerja tingkat nasional ini.<\/p>\n<p>Bagi Danar, aransemen apapun sah-sah saja dilakukan terhadap lagu kebanggaan warga Malang ini. <\/p>\n<p>\u201cAsalkan tidak mengurangi esensi, makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Jadi ketika didengungkan kembali, audience masih merasakan feel dari mars legendaris ini,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Apresiasi turut disampaikan musisi senior Malang lainnya, Rudy Satrio Lelono. Menurutnya, apa yang dilakukan d&#8217;Kross bisa menjadi teladan dan mengilhami band lain untuk mengikuti jejak.<\/p>\n<p>&#8220;Bagus, karena generasi saat ini perlu terus dipupuk semangat kecintaannya terhadap negeri. Lagu-lagu kebanggaan daerah dan bertema nasionalis sangat dibutuhkan di era saat ini,&#8221; urainya.<\/p>\n<p>Rudy berharap lahirnya kembali &#8216;Malang Kota Subur&#8217; dapat menjadi titik kebangkitan yang disuarakan d&#8217;Kross.<\/p>\n<p>&#8220;Apalagi pesan moralnya disampaikan dengan bahasa universal, yakni musik dan dibalut nuansa kekinian. Semoga dapat diterima semua kalangan sehingga memberi efek positif,&#8221; lanjut musisi yang mengarrange sejumlah mars-mars Arema, salah satunya lagu &#8216;Singa Bola&#8217; itu. <\/p>\n<p>Bahkan salah seorang mantan guru senior di SMAN 3 Malang, Ny Naning Suwito sempat mengirimkan surat khusus kepada frontman d\u2019Kross, Sam Ade Herawanto, berisi notasi asli lagu gubahan R Dirman Sasmokoadi tersebut. <\/p>\n<p>Karena itulah, momentum lahirnya kembali lagu ini juga bakal semakin terasa, seiring bakal ditampilkannya lagu \u2018Malang Kota Subur\u2019 di acara Reuni Akbar 65 Tahun SMAN 3 Malang, pada 19 Agustus mendatang. <\/p>\n<p>Sebagai salah seorang alumninya, Sam Ade d\u2019Kross rencananya akan ikut naik panggung membawakan lagu legendaris ini.<\/p>\n<p>\u201cTentu akan terasa istimewa bisa mendengarkan kembali lagu tersebut sambil mengenangnya bersama teman-teman kami saat acara reuni nanti,\u201d kata Ketua Panitia Reuni Akbar 65 Tahun SMANTI, Hari Resofianto.<\/p>\n<p>Performance d\u2019Kross di acara reuni tersebut sekaligus mengawali rangkaian tour album \u2018Kembali Berpesta\u2019, setelah lebih dulu digelar kegiatan bedah album pada 10 Agustus nanti dan launching bersamaan peringatan HUT ke-30 Arema sehari kemudian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang &#8211; Tak salah bila \u2018Kembali Berpesta\u2019 dijamin bakal mengobati kerinduan fans d\u2019Kross. Membawa warna musik yang lebih segar dengan memadukan genre punk dan ska dalam album barunya ini, seolah membuktikan semakin matangnya ekplorasi musikalitas band komunal tersebut selama 11 tahun eksistensinya di belantika musik Tanah Air. Meski begitu, bukan berarti band yang selama ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1671,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan"],"views":71,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1672,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1670\/revisions\/1672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}