{"id":16463,"date":"2025-04-24T17:34:55","date_gmt":"2025-04-24T10:34:55","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=16463"},"modified":"2025-04-24T17:37:59","modified_gmt":"2025-04-24T10:37:59","slug":"slb-dharma-wanita-turen-antusias-dengarkan-dongeng-kepompong-nusantara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2025\/04\/24\/slb-dharma-wanita-turen-antusias-dengarkan-dongeng-kepompong-nusantara\/","title":{"rendered":"SLB Dharma Wanita Turen Antusias Dengarkan Dongeng Kepompong Nusantara"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara menghibur dan memberi edukasi bagi 70-an pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Turen. Para siswa mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tekun menyimak dan mendengarkan dongeng yang disampaikan Kak Yudi. Seorang guru juga mendampingi dengan menyampaikan bahasa isyarat bagi siswa tulis.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih telah menghibur dan membersamai para siswa istimewa ini,\u201d kata Kepala SLB Dharma Wanita Turen, Akhmad Setyawan Cahyono, Kamis 24 April 2025.<\/p>\n<p>Para siswa berkebutuhan khusus ini tekun dan menyimak cerita. Gelak tawa meledak saat Kak Yudi mendongeng dengan ekspresi atau cerita yang lucu. Kisah Harimau dan Tikus disajikan untuk mengedukasi para siswa agar saling membantu dan memberi maaf kepada teman yang meminta maaf karena kesalahannya.<\/p>\n<p>\u201cMengajak para pelajar untuk terus berbuat baik dan saling tolong menolong,\u201d kata Ketua Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara, Yudi Agus Priyanto.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0023.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"738\" class=\"alignnone size-full wp-image-16468\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0023.jpg 720w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/IMG-20250424-WA0023-293x300.jpg 293w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/p>\n<p>Yudi mengaku telah mempersiapkan diri untuk mendongeng khusus bagi pelajar berkebutuhan khusus. Meliputi siswa netra, tuli, cerebral palsy, down syndrom, autisme, dan difabel fisik. \u201cDongeng untuk semua, senang sekali bisa hadir di antara pelajar istimewa ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Tak hanya siswa, orang tua siswa juga antusias menyimak cerita. Salah seorang wali siswa Bayu Pradana Kelas 10 menuturkan komitmennya memberikan pendidikan bagi anaknya yang berkebutuhan khusus. Bayu merupakan siswa dari Ampelgading, sekitar 25 kilometer dari Turen. \u201cBersyukur Sanggar Kepompong mendongeng di sini, kalau bisa rutin,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga berharap para siswa juga mendapat makan siang bergizi gratis yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto. Sayang, sampai saat ini para siswa belum merasakan makan bergizi yang dijanjikan Presiden Prabowo. Usai mendongeng, para siswa mendapat susu dan roti. <\/p>\n<p>Mereka antusias dan bisa mengikuti alur cerita dan menangkap setiap pesan yang disampaikan Kak Yudi. Tidak ketinggalan boneka Jojo juga hadir menghibur siswa. Mereka tertawa terpingkal-pingkal saat si Jojo yang dikenal jail ini tampil menghibur para siswa. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara menghibur dan memberi edukasi bagi 70-an pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Turen. Para siswa mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) tekun menyimak dan mendengarkan dongeng yang disampaikan Kak Yudi. Seorang guru juga mendampingi dengan menyampaikan bahasa isyarat bagi siswa tulis. \u201cTerima kasih telah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16465,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,5],"tags":[],"class_list":["post-16463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hiburan","category-news"],"views":59,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16463"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16469,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16463\/revisions\/16469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}