{"id":16093,"date":"2025-02-22T13:28:46","date_gmt":"2025-02-22T06:28:46","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=16093"},"modified":"2025-02-23T13:31:20","modified_gmt":"2025-02-23T06:31:20","slug":"laboratorium-digital-dan-ai-ponpes-bmci-wujudkan-pendidikan-santri-zaman-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2025\/02\/22\/laboratorium-digital-dan-ai-ponpes-bmci-wujudkan-pendidikan-santri-zaman-modern\/","title":{"rendered":"Laboratorium Digital dan AI Ponpes BMCI Wujudkan Pendidikan Santri Zaman Modern"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang, Malang \u2013 Pesatnya kemajuan di sektor digital disikapi serius oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI). Ponpes ini berinisiatif mendirikan laboratorium digital dan akal imitasi (AI) yang akan mengedukasi para santrinya dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh sekitar 350 santri. <\/p>\n<p>\u201cSaya terinspirasi oleh pernyataan sahabat Nabi, Sayiddina Ali, yang mengatakan \u2018didiklah anak-anakmu sesuai jamannya,\u2019\u201d jelas Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Bisri, MS, IPU sebagai pengasuh Ponpes BMCI. \u201cOleh karena itu saya berinisiatif mendirikan laboratorium digital ini.\u201d<\/p>\n<p>Dalam pengelolaannya, pihak ponpes menggandeng pihak ketiga yang berperan sebagai penyedia peralatan sekaligus tenaga pengajar dari Universitas Trisakti. Laboratorium tersebut berstatus sewa beli, di mana nantinya laboratorium tersebut akan menjadi milik Ponpes BMCI setelah 5 tahun berjalan. <\/p>\n<p>Kalangan akademik, dalam hal ini Yayasan Pengembangan Universitas Brawijaya Abadi, turut mendukung inisiatif laboratorium digital dengan memberikan donasi. Pihak yayasan menganggap sudah saatnya para santri yang selama ini hanya belajar kitab mulai berkenalan dengan dunia teknologi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250223-WA0009.jpg\" alt=\"\" width=\"747\" height=\"467\" class=\"alignnone size-full wp-image-16095\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250223-WA0009.jpg 747w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG-20250223-WA0009-300x188.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 747px) 100vw, 747px\" \/><br \/>\n(Sekda Kota Malang Erik Setyo turut hadir di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang)<\/p>\n<p>\u201cYayasan kami memang bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Bila selama ini bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa untuk mahasiswa UB yang membutuhkan, tahun ini kami salurkan untuk Ponpes BMCI,\u201d kata Ketua Yayasan Pengembangan UNIBRAW Abadi Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, SE., M.Sc. <\/p>\n<p>Prof. Candra berharap berbagai ponpes lainnya juga mengikuti perkembangan ini dalam rangka pembelajaran agama yang lebih personalized. Hal ini karena kecanggihan suatu alat bila tidak diimbangi dengan mental yang baik maka hasilnya akan tidak karuan.<br \/>\nPendirian laboratorium digital dan AI ini juga diharapkan dapat menjadi kontribusi dari kalangan pondok pesantren guna mencetak generasi Indonesia Emas yang matang dalam hal teknologi dan spiritual.<\/p>\n<p>\u201cKami mengapresiasi sekali apa yang dilakukan Ponpes BMCI yang sudah melangkah maju agar santri-santrinya dapat berkontribusi lebih maju, baik secara regional, nasional, maupun internasional,\u201d tambah Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso, ST., MT mewakili Pemkot Malang. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang, Malang \u2013 Pesatnya kemajuan di sektor digital disikapi serius oleh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI). Ponpes ini berinisiatif mendirikan laboratorium digital dan akal imitasi (AI) yang akan mengedukasi para santrinya dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh sekitar 350 santri. \u201cSaya terinspirasi oleh pernyataan sahabat Nabi, Sayiddina Ali, yang mengatakan \u2018didiklah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16096,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-16093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":76,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16093"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16093\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16097,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16093\/revisions\/16097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}