{"id":13394,"date":"2024-01-15T17:09:53","date_gmt":"2024-01-15T10:09:53","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=13394"},"modified":"2024-01-15T17:09:53","modified_gmt":"2024-01-15T10:09:53","slug":"dikukuhkan-sebagai-guru-besar-fh-ub-malang-prof-tunggul-nilai-pengujian-formal-di-indonesia-perlu-diperbaharui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2024\/01\/15\/dikukuhkan-sebagai-guru-besar-fh-ub-malang-prof-tunggul-nilai-pengujian-formal-di-indonesia-perlu-diperbaharui\/","title":{"rendered":"Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FH UB Malang, Prof Tunggul Nilai Pengujian Formal Di Indonesia Perlu Diperbaharui"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com &#8211; Prof. Dr. Tunggul Anshari Setia Negara, SH., MHum., merupakan satu dari tiga Guru Besar yang dikukuhkan Universitas Brawijaya (UB) Malang, di Gedung Samantha Krida UB, pada Rabu (17\/1\/24).<\/p>\n<p>Dalam orasinya, Prof. Tunggul memaparkan penelitiannya yakni \u201cModel Prosedural Yang Demokratis Sebagai Alat Ukur Pada Pengujian Formal Di Mahkamah Konstitusi\u201d, yang menerangkan bahwa selama ini pengujian formal terhadap undang-undang di Mahkamah Konstitusi (MK), cenderung hanya mengamati prosedur pembentukan, mulai dari persiapan hingga pengundangan. <\/p>\n<p>\u201cPengujian formal di Indonesia perlu diperbarui melalui suatu model yang lebih berfokus pada pengujian yang menelaah prosedur yang demokrasi (democratic-dimension). Sementara pengujian formal lebih ditekankan pada pengujian terhadap proses pembentukan suatu Undang-Undang, apakah sudah sesuai dengan prosedur pembentukan sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, konstruksi prosedural tersebut perlu adanya pengembangan, terkhusus, bahwa dalam melaksanakan juducial review, perlu ada perluasan pertimbangan dan parameter dalam pengujian formal Mahkamah Konstitusi.<\/p>\n<p>\u201cItu dilakukan untuk menekankan terhadap analisis dampak undang-undang, sebagai bentuk tinjauan kelayakan dan memperhatikan prinsip manfaat dan maslahat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Prof. Tunggul menjelaskan, Judicial Review akan memberikan dan mempromosikan nilai-nilai baru, sebagai instrumen kelayakan muatan materi undang-undang, hasil dari sejumlah keputusan dari diskusi akademis yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>\u201cModel ini bisa sebagai alat ukur pada pengujian formal MK, terhadap penyusunan Undang-Undang, yang diharapkan mampu menjangkau indikator-indikator tertentu yang belum mampu ditampilkan sebelumnya,\u201d tutupnya.(DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com &#8211; Prof. Dr. Tunggul Anshari Setia Negara, SH., MHum., merupakan satu dari tiga Guru Besar yang dikukuhkan Universitas Brawijaya (UB) Malang, di Gedung Samantha Krida UB, pada Rabu (17\/1\/24). Dalam orasinya, Prof. Tunggul memaparkan penelitiannya yakni \u201cModel Prosedural Yang Demokratis Sebagai Alat Ukur Pada Pengujian Formal Di Mahkamah Konstitusi\u201d, yang menerangkan bahwa selama ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13396,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-13394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":77,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13395,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13394\/revisions\/13395"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}