{"id":13028,"date":"2023-11-24T17:52:59","date_gmt":"2023-11-24T10:52:59","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=13028"},"modified":"2023-11-24T17:57:46","modified_gmt":"2023-11-24T10:57:46","slug":"kpid-jawa-timur-pemberitaan-paslon-dan-caleg-pemilu-2024-harus-adil-dan-berimbang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2023\/11\/24\/kpid-jawa-timur-pemberitaan-paslon-dan-caleg-pemilu-2024-harus-adil-dan-berimbang\/","title":{"rendered":"KPID Jawa Timur : \u201cPemberitaan Paslon Dan Caleg Pemilu 2024 Harus Adil Dan Berimbang\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com &#8211; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur berharap kepada seluruh media, untuk adil dan berimbang dalam memberitakan seluruh Pasangan Calon (Paslon) maupun Calon Legislatif (Caleg), yang maju dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) pada Tahun 2024 mendatang.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Royin Fauziana, Anggota KPID Jawa Timur Koordinator Bidang Kelembagaan, dalam kegiatan Media Gathering \u201cPenguatan Media Sebagai Garda Depan Informasi Pemilu Berintegritas\u201d, pada Jumat (24\/11\/2023).<\/p>\n<p>Pihaknya berharap agar tidak hanya salah satu paslon atau salah satu caleg saja yang diberitakan, tetapi harus adil dan berimbang, semuanya layak diperlakukan sama.<\/p>\n<p>\u201cSemua kita harus adil dalam memberitakan, ataupun memberlakukan mereka sebagai pasangan calon maupun caleg,\u201d terangnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IMG-20231124-WA0060.jpg\" alt=\"\" width=\"584\" height=\"501\" class=\"alignnone size-full wp-image-13034\" srcset=\"https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IMG-20231124-WA0060.jpg 584w, https:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/IMG-20231124-WA0060-300x257.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/><br \/>\n(Royin Fauziana, Anggota KPID Jawa Timur Koordinator Bidang Kelembagaan saat memberikan materi di Bawaslu Kota Malang)<\/p>\n<p>Sementara untuk iklan kampanye, yang diperbolehkan hanya 10 spot dengan masing-masing partai, sehingga 1 partai hanya bisa 1 spot selama 24 jam dan seterusnya, dan hal yang perlu digarisbawahi adalah untuk iklan kampanye, tidak bisa dilakukan full selama masa kampanye, karena ada aturan yang ditetapkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau menurut PKPU, iklan kampanye bisa dilakukan mulai 21 Januari sampai 10 Februari 2024, sebelum masa tenang. Sementara kalau untuk media yang dimiliki salah satu partai, KPID bersama KPU Pusat terus berikhtiar untuk bisa menyajikan konten-konten ataupun siaran, yang sehat bagi masyarakat dan informatif,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>KPID Jawa Timur selalu menghimbau kepada media penyiaran, untuk tetap menjaga netralitas, melakukan siaran yang adil dan sehat, dan sejauh ini temuan terkait pelanggaran siaran Pemilu, KPID Jawa Timur menemukan beberapa pelanggaran, yang mayoritas adalah siaran partisipan seperti kegiatan talkshow, monolog dan dialog, yang didalamnya terdapat kampanye terselubung.<\/p>\n<p>\u201cTapu kalau untuk di Jawa Timur masih tergolong kecil angkanya. Dan untuk media yang kami awasi, jumlahnya kurang lebih tiga ratus sembilan puluh empat media, itu angkanya fluktuatif,\u201d pungkasnya. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang.com &#8211; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur berharap kepada seluruh media, untuk adil dan berimbang dalam memberitakan seluruh Pasangan Calon (Paslon) maupun Calon Legislatif (Caleg), yang maju dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) pada Tahun 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan Royin Fauziana, Anggota KPID Jawa Timur Koordinator Bidang Kelembagaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13029,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-13028","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":36,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13028","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13028"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13035,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13028\/revisions\/13035"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13029"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}