PERSADA UB Raih Predikat Klinik Hukum Pidana Terbaik 2025

(Penghargaan Klinik Hukum Pidana Terbaik 2025 diberikan langsung oleh Jan Ramos Pandia, Chief Operating Officer Hukumonline kepada Prof. Dr. Nurini Aprlianda dan Ladito R. Bagaskoro)

Jurnalismalang – Pusat Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB), kembali menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan dalam pengembangan ilmu dan praktik sistem peradilan pidana di Indonesia.

Dalam ajang Hukumonline Legal Clinic Awards 2025, PERSADA UB dinobatkan sebagai Mitra Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana, sebuah capaian yang kian mengukuhkan reputasinya sebagai center of excellence dalam bidang hukum pidana.

Penghargaan ini bukan kali pertama diraih. Pada 2022, PERSADA UB juga memperoleh predikat yang sama. Rekam jejak tersebut mencerminkan konsistensi lembaga ini dalam menghadirkan pendidikan klinis hukum yang kuat, riset yang mendalam, dan advokasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam seremoni penghargaan, PERSADA UB diwakili oleh Prof. Dr. Nurini Aprilianda, ketua pertama sekaligus pendiri PERSADA UB, bersama Ladito R. Bagaskoro Sekretaris PERSADA UB. Keduanya menyampaikan rasa syukur atas pengakuan nasional ini. Prof. Nurini menekankan bahwa penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas peran strategis pusat studi hukum interdisiplin di perguruan tinggi.

Dirinya menegaskan bahwa pusat studi tidak boleh berhenti pada teori, melainkan harus bekerja langsung untuk memperluas akses keadilan melalui riset dan pendampingan hukum. Prof Nurini juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor V, dan Ketua DRPM UB atas dukungan kelembagaan yang diberikan.

Menurutnya, ekosistem akademik yang kondusif memungkinkan pusat studi seperti PERSADA UB tumbuh sebagai lembaga riset yang kuat dan berkelanjutan.


(Prof. Dr. Nurini Aprlianda dan Ladito R. Bagaskoro setelah menerima Penghargaan Klinik Hukum Pidana Terbaik 2025 dari Hukum Online)

Ladito Risang Bagaskoro menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif peneliti, asisten peneliti, mahasiswa magang, serta seluruh jejaring mitra PERSADA UB. Ia menyebut bahwa PERSADA UB akan terus memperkuat model pendidikan klinis hukum yang progresif, berorientasi bukti, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua PERSADA UB saat ini, Dr. Fachrizal Afandi, turut menyampaikan apresiasi melalui pesan resmi. Fachrizal menegaskan bahwa penghargaan ini menunjukkan bahwa riset multidisiplin, praktik edukatif, dan komitmen pada penguatan rule of law dapat memberi dampak nyata.

Dirinya menyebut bahwa dalam hampir satu dekade perjalanan, PERSADA UB telah berkembang sebagai laboratorium akademik untuk merumuskan inovasi kebijakan hukum dan mendorong reformasi sistem peradilan pidana.

Penghargaan ini kembali menegaskan peran PERSADA UB sebagai garda depan pendidikan klinis hukum pidana di Indonesia. Keterlibatan lembaga ini dalam forum nasional menunjukkan kapasitas akademik, integritas, serta komitmen terhadap isu-isu strategis reformasi hukum.

Dengan predikat Klinik Terbaik Spesialisasi Pidana, PERSADA UB berkomitmen memperkuat posisi sebagai pusat rujukan nasional dalam pengembangan kebijakan hukum berbasis riset. Ke depan, lembaga ini akan memperluas kolaborasi, memperdalam penelitian, dan melibatkan lebih banyak mahasiswa dan peneliti untuk terjun dalam pemecahan persoalan hukum masyarakat.

Pencapaian ini menjadi momentum penting untuk melangkah lebih jauh sebagai center of excellence dalam studi sistem peradilan pidana. Dengan fondasi akademik yang kokoh, jejaring luas, dan dedikasi yang konsisten, PERSADA UB berada pada posisi yang tepat untuk terus memberikan kontribusi signifikan bagi pembaruan hukum pidana di Indonesia. (DnD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top