{"id":4207,"date":"2019-07-09T10:05:05","date_gmt":"2019-07-09T10:05:05","guid":{"rendered":"http:\/\/jurnalismalang.com\/?p=4207"},"modified":"2019-07-09T10:05:05","modified_gmt":"2019-07-09T10:05:05","slug":"warga-junrejo-kota-batu-tempuh-jalur-hukum-setelah-anaknya-dianiaya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2019\/07\/09\/warga-junrejo-kota-batu-tempuh-jalur-hukum-setelah-anaknya-dianiaya\/","title":{"rendered":"Warga Junrejo Kota Batu Tempuh Jalur Hukum Setelah Anaknya Dianiaya"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Akibat anaknya dipukuli oleh orang lain, Nikmatur Rodiyah ( 50), warga Jl. Trunojoyo 32-A, RT 03\/RW 09, Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tidak terima anaknya yang bernama Muhamad Fauzi (16), mengalami luka-luka di mulut dan kepala menjadi korban penganiayaan. <\/p>\n<p>Peristiwa penganiayaan tersebut, bermula saat korban bermain ke rumah pacarnya, di Dusun\u00a0 Ngemplak, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Sabtu sekitar pukul 13.00.<\/p>\n<p>Kala itu, korban diberi tahu oleh Dedi rekan korban, bahwa korban akan dipukuli oleh Yudi, warga Desa Beji,\u00a0RT 03\/RW 06, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, setelah dianggap mengendarai sepeda montor secara ugal-ugalan\u00a0di dalam kampung .<\/p>\n<p>Dedi yang merasa ketakutan, meminta bantuan kepada korban untuk meluruskan persoalan tersebut, tetapi saat korban berusaha meluruskan masalah, malah dianiaya oleh Yudi.<\/p>\n<p>Selain mengalami luka-luka di mulut dan kepala, korban juga menderita pusing dan traumatik akibat mengalami gegar otak ringan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2019\/07\/09\/warga-junrejo-kota-batu-tempuh-jalur-hukum-setelah-anaknya-dianiaya\/img-20190709-wa0053\/\" rel=\"attachment wp-att-4209\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG-20190709-WA0053-169x300.jpg\" alt=\"\" width=\"169\" height=\"300\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4209\" srcset=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG-20190709-WA0053-169x300.jpg 169w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG-20190709-WA0053-576x1024.jpg 576w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG-20190709-WA0053-370x658.jpg 370w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/IMG-20190709-WA0053.jpg 585w\" sizes=\"auto, (max-width: 169px) 100vw, 169px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&#8220;Saya tidak terima atas perlakuan Yudi (terlapor) kepada anak saya (korban). Saya minta Pak Polisi menangkap dia (terlapor). Saat ini kami masih menunggu Pak Kasat,&#8221; ungkap Nikmatur Rodiyah usai melapor ke Kantor Polisi.<\/p>\n<p>Sementara itu korban mengaku ingin meluruskan masalah dengan Yudi, tetapi korban langsung dihajar dan Yudi tidak mau menghiraukan keterangan korban yang dituduh bersepeda motor ugal-ugalan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya baru bertanya, kemudian dikuntit\u00a0dan langsung dipukuli\u00a0 oleh Yudi (terlapor), orang Beji. Saya dihajar sampai saya jatuh. Kepala saya diinjak-injak,&#8221; tutur korban. (DmN\/DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Akibat anaknya dipukuli oleh orang lain, Nikmatur Rodiyah ( 50), warga Jl. Trunojoyo 32-A, RT 03\/RW 09, Desa Rejoso, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tidak terima anaknya yang bernama Muhamad Fauzi (16), mengalami luka-luka di mulut dan kepala menjadi korban penganiayaan. Peristiwa penganiayaan tersebut, bermula saat korban bermain ke rumah pacarnya, di Dusun\u00a0 Ngemplak, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4208,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"views":45,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4207"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4211,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4207\/revisions\/4211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4208"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}