{"id":18711,"date":"2026-09-21T16:57:34","date_gmt":"2026-09-21T09:57:34","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=18711"},"modified":"2026-09-24T20:01:30","modified_gmt":"2026-09-24T13:01:30","slug":"lima-profesor-baru-universitas-brawijaya-dikukuhkan-usung-beragam-inovasi-lintas-disiplin","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2026\/09\/21\/lima-profesor-baru-universitas-brawijaya-dikukuhkan-usung-beragam-inovasi-lintas-disiplin\/","title":{"rendered":"Lima Profesor Baru Universitas Brawijaya Dikukuhkan, Usung Beragam Inovasi Lintas Disiplin"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Kota Malang<\/strong> &#8211; Gedung Samanta Krida Kampus UB menjadi saksi pengukuhan lima guru besar baru Universitas Brawijaya pada Selasa, 22 September 2026. Penambahan jajaran profesor ini semakin memperkuat kontribusi akademik UB melalui berbagai terobosan ilmiah yang mencakup sains material, teknologi pertanian, psikologi, simulasi molekul, hingga studi budaya dan media.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kelima pakar yang resmi dikukuhkan tersebut yakni Prof Ir Edi Dwi Cahyono M Agr Sc MS PhD dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan yang menempati posisi profesor aktif ke-258 UB. Kemudian Prof Dr Ir Putu Hadi Setyarini ST MT sebagai profesor ke-259 dan Prof Ir Winarto ST MT PhD sebagai profesor ke-459 yang keduanya berasal dari Fakultas Teknik. Dua lainnya berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yaitu Prof Cleoputri Al Yusainy S Psi M Psi PhD sebagai profesor ke-458 serta Prof Dr Desi Dwi Prianti S Sos M Comn sebagai profesor ke-460.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam kesempatan tersebut, Prof Edi Dwi Cahyono selaku Guru Besar Ilmu Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian memaparkan model E\/D\/C-RITA. Model yang dirumuskan dari pengalaman riset dan pengamatan lapangan selama 38 tahun ini dirancang untuk mempercepat adopsi inovasi pertanian berkelanjutan. Menurutnya, keraguan petani dalam mengadopsi teknologi baru bukanlah bentuk kegagalan, melainkan proses menimbang yang rasional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, inovasi di bidang rekayasa pelapisan material dihadirkan oleh Prof Putu Hadi Setyarini melalui kerangka kerja COAT360. Pendekatan terstruktur ini menghubungkan rantai rekayasa pelapisan hingga evaluasi fungsi material untuk mengeliminasi metode coba-coba. Pengembangannya sangat potensial untuk kemasan pangan ramah lingkungan, biomaterial medis, serta teknologi pemeliharaan energi bersih.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di bidang sains teknik murni, Prof Winarto memanfaatkan simulasi molecular dynamics untuk memisahkan air-alkohol dan menangkap gas karbondioksida secara efisien. Penggunaan carbon nanotubes bersama medan listrik maupun membran silikon nitrida dalam risetnya mampu menekan konsumsi energi tinggi yang selama ini menjadi kelemahan metode distilasi konvensional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari sudut pandang ilmu sosial, Prof Cleoputri Al Yusainy memperkenalkan pendekatan psikologi berbasis realitas kehidupan bertajuk Lebur Duka Labur Rasa. Model ini mengritik psikologi arus utama yang dinilai terlalu berfokus pada selebrasi ego dan optimisme semata.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Di dunia Timur, filosofi ini dikenal sebagai tradisi kontemplasi. Model ini memandang bahwa segala hal terjadi karena syaratnya telah tercukupi, terlepas dari pemaknaan subjektif,&#8221; jelas Prof Cleo.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melengkapi deretan gagasan tersebut, Prof Desi Dwi Prianti mengusung konsep Literasi Visual Dekolonial. Ia menyoroti fenomena masyarakat modern yang dibanjiri informasi gambar namun minim daya kritis untuk membaca pesan di balik representasi tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita hidup dalam paradoks dibanjiri representasi visual, tetapi rendah kemampuan membaca dan mengkritiknya. Inilah salah satu bentuk epistemik kolonial yang bekerja dalam diam, yaitu kolonisasi cara kita membaca dunia,&#8221; jelas Prof Desi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengingatkan pentingnya tujuan mulia di balik pengembangan ilmu pengetahuan bagi peradaban.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Harapannya, konsep ini memperkaya khazanah ilmu komunikasi Indonesia dengan tradisi yang selama ini kurang populer, dan menegaskan bahwa ilmu komunikasi bukan sekadar teknik menyusun pesan yang efektif. Sebab bagi saya, ilmu pengetahuan harus bekerja untuk memanusiakan dan memerdekakan, pungkasnya. (<strong>Red<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kota Malang &#8211; Gedung Samanta Krida Kampus UB menjadi saksi pengukuhan lima guru besar baru Universitas Brawijaya pada Selasa, 22 September 2026. Penambahan jajaran profesor ini semakin memperkuat kontribusi akademik UB melalui berbagai terobosan ilmiah yang mencakup sains material, teknologi pertanian, psikologi, simulasi molekul, hingga studi budaya dan media. Kelima pakar yang resmi dikukuhkan tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[495,497,493,501,498,500,88,90,89,499,494,50,63,496],"class_list":["post-18711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-cleoputri-al-yusainy","tag-desi-dwi-prianti","tag-edi-dwi-cahyono","tag-gedung-samanta-krida","tag-guru-besar-ub","tag-kampus-ub","tag-kota-malang","tag-malang","tag-malang-raya","tag-pengukuhan-profesor","tag-putu-hadi-setyarini","tag-ub","tag-universitas-brawijaya","tag-winarto"],"views":29,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18711"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18713,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18711\/revisions\/18713"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18701"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}