{"id":18324,"date":"2026-04-30T14:17:12","date_gmt":"2026-04-30T07:17:12","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=18324"},"modified":"2026-04-30T14:17:12","modified_gmt":"2026-04-30T07:17:12","slug":"ub-launching-semar-perkuat-tata-kelola-dan-reformasi-birokrasi","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2026\/04\/30\/ub-launching-semar-perkuat-tata-kelola-dan-reformasi-birokrasi\/","title":{"rendered":"UB Launching SEMAR, Perkuat Tata Kelola dan Reformasi Birokrasi"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang \u2013 Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan Aplikasi Sistem Manajemen Risiko (SEMAR) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi modern, Kamis (30\/4\/2026).<\/p>\n<p>Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan seluruh unit kerja wajib mengimplementasikan manajemen risiko yang terpantau melalui dashboard digital SEMAR.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin seluruh unit di UB sudah mengimplementasikan manajemen risiko dan terpantau dalam dashboard SEMAR,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, setiap individu tidak hanya memahami tugas pokok dan fungsi, tetapi juga harus mampu mengenali potensi risiko dalam pekerjaannya. Risiko, lanjutnya, merupakan hal yang belum terjadi namun harus diantisipasi sejak dini.<\/p>\n<p>\u201cSemakin besar dan kompleks organisasi, manajemen risiko menjadi tulang punggung sistem manajemen,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>SEMAR dirancang untuk membantu unit kerja dalam mengidentifikasi, menganalisis, hingga memitigasi risiko secara terintegrasi. Sistem ini juga menjadi bagian dari reformasi birokrasi di UB.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1204\" class=\"alignnone size-full wp-image-18327\" srcset=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044.jpg 1600w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-300x226.jpg 300w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-1024x771.jpg 1024w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-768x578.jpg 768w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-1536x1156.jpg 1536w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-800x602.jpg 800w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260430-WA0044-1000x753.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><br \/>\n(Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo saat ditemui awak media)<\/p>\n<p>Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB, Ngesti Dwi Prasetyo, menjelaskan SEMAR bekerja dengan mengukur dampak dan kemungkinan risiko terhadap pencapaian target organisasi.<\/p>\n<p>\u201cIni berkaitan dengan ketidakpastian dalam mencapai tujuan UB, baik visi-misi, renstra, IKU, maupun perjanjian kinerja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, setiap perencanaan wajib disertai identifikasi risiko, mulai dari pemetaan di unit kerja hingga analisis dan pengelompokan berdasarkan kategori.<\/p>\n<p>Melalui dashboard, pimpinan dapat memantau tingkat risiko secara real-time sebagai early warning system. Indikator warna juga memudahkan identifikasi, di mana warna merah menunjukkan risiko yang perlu segera ditangani.<\/p>\n<p>Hasil pemetaan risiko tersebut nantinya menjadi dasar pengambilan kebijakan, sekaligus menentukan strategi penanganan, mulai dari menghindari, meminimalkan, hingga mengelola risiko sebagai peluang inovasi. (DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang \u2013 Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan Aplikasi Sistem Manajemen Risiko (SEMAR) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola organisasi modern, Kamis (30\/4\/2026). Rektor UB, Prof. Widodo, menegaskan seluruh unit kerja wajib mengimplementasikan manajemen risiko yang terpantau melalui dashboard digital SEMAR. \u201cKami ingin seluruh unit di UB sudah mengimplementasikan manajemen risiko dan terpantau dalam dashboard SEMAR,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18326,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-18324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":98,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18324"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18328,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18324\/revisions\/18328"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18326"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}