{"id":18248,"date":"2026-03-16T20:57:13","date_gmt":"2026-03-16T13:57:13","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=18248"},"modified":"2026-03-31T21:35:04","modified_gmt":"2026-03-31T14:35:04","slug":"wali-kota-wahyu-dampingi-wagub-tinjau-soehat-petakan-masalah-dan-solusi-penanganan-banjir","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2026\/03\/16\/wali-kota-wahyu-dampingi-wagub-tinjau-soehat-petakan-masalah-dan-solusi-penanganan-banjir\/","title":{"rendered":"Wali Kota Wahyu Dampingi Wagub Tinjau Soehat, Petakan Masalah dan Solusi Penanganan Banjir"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan air di sejumlah titik. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Jalan Soekarno Hatta atau yang dikenal dengan kawasan Soehat. Permasalahan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang meninjau lokasi, Senin sore (16\/3\/2026). <\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur didampingi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama perangkat daerah serta perangkat wilayah setempat untuk melihat langsung sejumlah titik krusial di kawasan tersebut. <\/p>\n<p>Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah cepat Pemprov Jawa Timur bersama Pemkot Malang, untuk menangani problem banjir di wilayah tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu meminimalkan potensi banjir di kawasan Soekarno Hatta, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi intensitas hujan tinggi di Kota Malang.<\/p>\n<p>Emil mendorong optimalisasi saluran air yang selama ini diharapkan mampu mencegah genangan di kawasan Jalan Soekarno Hatta. \u201cSaluran ini kita jadikan tumpuan harapan, agar Jalan Soehat tidak banjir. Namun demikian saya dapat informasi masih ada banjir yang terjadi, sehingga kita cek satu per satu titik permasalahannya,\u201d ujar Emil.<\/p>\n<p>Dari hasil peninjauan tersebut, Emil membeberkan empat poin utama yang menjadi fokus penanganan. Poin pertama adalah penanganan sampah yang menyumbat saluran air. Pembersihan saluran kini dilakukan secara kolektif oleh tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama tim dari Pemerintah Kota Malang. <\/p>\n<p>Emil menjelaskan bahwa modifikasi telah dilakukan pada bagian penyaring sampah, agar air tetap dapat mengalir meskipun sampah berukuran besar tertahan, seperti bongkahan kayu, ban, hingga bantal. <\/p>\n<p>&#8220;Sampah-sampah ukuran besar ini tetap akan tertahan, tapi yang kecil masih bisa mengalir sehingga air tidak kemudian meluap ke jalan, karena kalau semua tertahan bisa seperti tembok sampah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Emil juga menyoroti adalah pembersihan sedimen trap atau perangkap sedimen yang sebelumnya masih menyisakan material pengerjaan. \u201cSedimen trap ini kita akui kemarin waktu pengerjaan materialnya belum bersih. Jadi yang tertinggal di dalam itu sisa material aspal yang dipakai untuk menutup. Sekarang teman-teman bekerja membersihkan dan kita lihat alirannya sudah lebih lancar,\u201d ungkap Emil.<\/p>\n<p>Selanjutnya, Emil juga menyinggung penataan trotoar di kawasan tersebut. Wagub menegaskan bahwa pekerjaan yang terlihat saat ini sebenarnya merupakan proyek saluran yang masih dalam proses. <\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1438\" class=\"size-full wp-image-18250\" srcset=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118.jpg 1080w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118-225x300.jpg 225w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118-769x1024.jpg 769w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118-768x1023.jpg 768w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118-800x1065.jpg 800w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/IMG_20260331_212118-1000x1331.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p>\u201cIni pekerjaan saluran tahun 2025, bukan trotoar yang sudah jadi. Tahun 2026 kita memang akan memperbaiki bagian atasnya, termasuk aspek estetika dan kenyamanan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Terakhir berkaitan dengan pengelolaan pintu air yang berada kawasan tersebut. Emil menegaskan bahwa secara prinsip pintu air tersebut seharusnya dalam kondisi tertutup saat terjadi hujan besar agar air dapat ditampung oleh saluran utama. \u201cKalau pintu ini terbuka saat air besar, larinya ke sungai di daerah Ciliwung dan Kedawung yang kemarin banjir. Tapi kalau ditutup, saluran ini masih bisa menampung,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Emil juga menegaskan bahwa keputusan untuk menutup pintu air saat banjir merupakan langkah yang diambil demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan informasi ada beberapa warga yang tidak berkenan pintu air ditutup dengan alasan wilayah mereka berisiko kebanjiran. Namun  secara tegas, Emil menginstruksikan agar dilakukan kebijakan buka tutup pintu air dengan mempertimbangkan risiko dan dampak terkecil. <\/p>\n<p>\u201cKepentingan umum harus di atas kepentingan pribadi atau golongan. Prinsipnya pintu ini diutamakan tertutup supaya banjir tidak terjadi di wilayah yang lebih luas dan berdampak pada lebih banyak warga,&#8221; tegas Emil.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menangani persoalan banjir di Kota Malang. <\/p>\n<p>\u201cSaya terima kasih atas atensi Pak Wakil Gubernur datang langsung ke Kota Malang melihat situasi banjir beberapa waktu lalu. Kami memang sedang menginventarisasi permasalahan apa saja yang menjadi penyebab banjir,\u201d ujar Wahyu.<\/p>\n<p>Wahyu menjelaskan bahwa beberapa penyebab utama genangan air telah berhasil diidentifikasi, di antaranya sampah yang menghambat aliran air serta pengaturan pintu air yang belum optimal. <\/p>\n<p>\u201cSalah satu penyebabnya berkait dengan sampah yang menghambat saluran air. Kemudian juga berkait dengan buka-tutup pintu air yang kemarin terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran dan akhirnya meluap ke bawah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Wahyu, langkah penanganan sudah disepakati bersama. Salah satunya adalah memastikan pintu air ditutup saat terjadi banjir agar aliran air masuk ke saluran yang telah disiapkan. \u201cApabila terjadi banjir, pintu air akan kita tutup agar saluran yang sudah disiapkan bisa berfungsi optimal. Kami juga masih memiliki beberapa pekerjaan rumah yang akan segera kita selesaikan bersama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Tingginya curah hujan yang terjadi di Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan genangan air di sejumlah titik. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Jalan Soekarno Hatta atau yang dikenal dengan kawasan Soehat. Permasalahan tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang meninjau lokasi, Senin sore (16\/3\/2026). Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18252,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-18248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"views":94,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18251,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18248\/revisions\/18251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18252"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}