{"id":17641,"date":"2025-10-07T12:17:22","date_gmt":"2025-10-07T05:17:22","guid":{"rendered":"https:\/\/jurnalismalang.com\/?p=17641"},"modified":"2025-10-14T18:20:00","modified_gmt":"2025-10-14T11:20:00","slug":"walikota-malang-pelebaran-jembatan-kiai-malik-dalam-jadi-solusi-mengurai-kemacetan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/2025\/10\/07\/walikota-malang-pelebaran-jembatan-kiai-malik-dalam-jadi-solusi-mengurai-kemacetan\/","title":{"rendered":"Walikota Malang : Pelebaran Jembatan Kiai Malik Dalam Jadi Solusi Mengurai Kemacetan"},"content":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Satu per satu simpul kemacetan di Kota Malang mulai di tindak lanjuti Walikota Malang Wahyu Hidayat. Terbaru, salah satu titik kemacetan tepatnya di jembatan malik dalam sudah dimulai pengerjaannya.<\/p>\n<p>Rencananya jembatan yang sering menjadi penyebab kemacetan ini akan dilebarkan masing-masing lima meter disisi kanan dan lima meter disisi kirinya. <\/p>\n<p>Karena itu, untuk memastikan progres pekerjaan pelebarannya, orang nomor satu di Pemkot Malang itu meninjau langsung jembatan malik dalam bersama kepala perangkat daerah terkait pada selasa siang (7\/10).<\/p>\n<p>Ditemui usai meninjau, Walikota Malang Wahyu Hidayat mengatakan selama ini jembatan Malik Dalam sering terjadi kemacetan sehingga banyak usulan yang diterimanya agar jembatan Kiai Malik Dalam ini diperlebar agar arus lalu lintas menjadi lancar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"852\" class=\"alignnone size-full wp-image-17642\" srcset=\"http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095.jpg 1280w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095-300x200.jpg 300w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095-1024x682.jpg 1024w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095-768x511.jpg 768w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095-800x533.jpg 800w, http:\/\/jurnalismalang.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251014-WA0095-1000x666.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>\u201cJembatan Kiai Malik Dalam ini sering menjadi bottleneck karena setelah jalan lebar, ada penyempitan di sini sehingga menghambat kendaraan yang melintas, jadi banyak permintaan untuk pelebaran jembatan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkannya, pelebaran ini nantinya juga ramah bagi pejalan kaki karena disediakan trotoar dan pembatas pagar.<\/p>\n<p>\u201cNanti nya pelebaran ini ada lima meter ke kanan dan lima meter ke kiri, ada trotoar dan pagar di trotoarnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Dengan pelebaran jembatan ini, Wahyu berharap bisa menjadi solusi mengurai kemacetan yang sering terjadi dan menambah kenyamanan pengguna jalan saat melintas di jembatan malik dalam ini.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya pelebaran jembatan ini menjawab masalah kemacetan yang sering terjadi disini, karena nanti akan menjadi lebih lebar, dan dengan progres pekerjaan yang sudah mencapai 20 persen ini, bisa segera terselesaikan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,\u201d tutupnya. (RK\/DnD)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnalismalang &#8211; Satu per satu simpul kemacetan di Kota Malang mulai di tindak lanjuti Walikota Malang Wahyu Hidayat. Terbaru, salah satu titik kemacetan tepatnya di jembatan malik dalam sudah dimulai pengerjaannya. Rencananya jembatan yang sering menjadi penyebab kemacetan ini akan dilebarkan masing-masing lima meter disisi kanan dan lima meter disisi kirinya. Karena itu, untuk memastikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":17643,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5],"tags":[],"class_list":["post-17641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-news"],"views":32,"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17644,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17641\/revisions\/17644"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17643"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/jurnalismalang.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}