Jurnalismalang – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) terus memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui pengembangan program kelas internasional dan double degree bersama sejumlah perguruan tinggi luar negeri.
Salah satu program yang kini dibuka adalah Joint Degree/Double Degree untuk mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Universitas Brawijaya (MAB) berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Brawijaya Nomor 263 Tahun 2026.
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh studi di dua perguruan tinggi sekaligus. Adapun mitra internasional yang terlibat antara lain Victoria University di Australia, Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang, serta National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB, Fadillah Amin menjelaskan, program ini sebenarnya telah berjalan cukup lama dan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas lulusan agar memiliki pengalaman akademik internasional.
“Skemanya adalah satu tahun studi di MAB UB dan satu tahun berikutnya di perguruan tinggi mitra di Jepang. Mahasiswa bebas memilih kampus tujuan yang sudah menjadi mitra UB,” ujarnya.
Pada tahun ini, tercatat ada tujuh mahasiswa MAB yang akan mengikuti program double degree dan dijadwalkan berangkat ke Jepang pada September 2026. Sementara pada tahun sebelumnya, enam mahasiswa telah mengikuti program serupa, sebagian di antaranya melanjutkan studi di Victoria University di Melbourne.
Menurut Fadillah, sebagian besar peserta program tersebut merupakan penerima beasiswa dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) serta program Australia Awards.

(Dekan FIA UB, Hamidah Nayati Utami)
Sementara itu, Dekan FIA UB Hamidah Nayati Utami menuturkan, pengembangan program double degree di fakultasnya telah dimulai sejak tahun 2007 dan terus berkembang hingga menjalin kerja sama dengan berbagai negara.
“Program kami sejak 2007 memang berawal dari inisiatif beasiswa Bappenas. Namun dalam perkembangannya kami tidak hanya mengandalkan itu, karena kami juga mengembangkan kerja sama double degree dengan beberapa perguruan tinggi di luar Jepang, seperti di Taiwan dan Thailand, untuk program S2 maupun S3,” jelasnya.
Ia menambahkan, FIA UB juga tengah mempersiapkan pengembangan kerja sama baru dengan perguruan tinggi di Australia. Saat ini sejumlah mahasiswa telah direkrut dan mengikuti perkuliahan di Malang sebelum melanjutkan studi ke Australia.
“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa melaksanakan program S2 dengan Australia. Mahasiswanya sudah direkrut dan sekarang mengikuti perkuliahan di Malang sebelum melanjutkan ke Australia,” ujarnya.
Tidak hanya untuk jenjang magister dan doktoral, FIA UB juga merencanakan pengembangan program double degree untuk mahasiswa sarjana. Skemanya, mahasiswa akan menempuh dua tahun studi di UB dan dua tahun di perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Ke depan, program internasional ini diharapkan semakin memperluas kesempatan mahasiswa UB untuk mendapatkan pengalaman akademik global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional. (DnD)